62 Rumah Warga, 1 Masjid, SD dan Posyandu di Pulau Pangabatang Tergenang Air
62 rumah warga, satu masjid, SD dan posyandu di Pulau Pangabatang, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka terkena dampak badai rob dan g
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Sebanyak 62 rumah warga, satu masjid, SD dan posyandu di Pulau Pangabatang, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka terkena dampak badai rob dan gelombang tinggi, Sabtu (3/4/2021) siang.
Data dari lokasi bencana di Pangabatang yang masuk ke POS-KUPANG.COM di Maumere, Minggu (4/4/2021) pagi menjelaskan, dampak bencana membuat warga panik dan ketakutan.
Di mana menurut warga baru kali ini bencana membuat mereka bingung. Pasalnya, setiap tahun memang air laut masuk tapi tidak separah tahun ini. Air laut masuk dan merendam pemukiman warga dan tidak surut sampai berjam-jam malah air semakin deras masuk ke pemukiman warga.
Baca juga: Abrasi di Pemana-Sikka Porak-Porandakan 3 Wilayah Dusun
Kejadian di Pangabatang ini membuat 3 KK harus mengungsi ke rumah tetangga yang ada rumah panggung.
62 rumah warga, 1 masjid, 1 buah sekolah dan 1 posyandu di Pulau Pangabatang berada di Dusun Parumaan C.
Kasie Pemerintahan Desa Parumaan, Ba’ading Salasa kepada wartawan mengatakan, kondisi ini memang tidak seperti yang biasa terjadi selama ini.
“Baru pertama kali kami alami hal ini sampai 5 rumah tidak bisa dihuni oleh pemiliknya dan mengungsi ke rumah tetangga.Masyarakat pun tidak bisa tidur karena takut dengan cuaca yang tidak menentu ini bisa saja terjadi hal-hal yang diluar dugaan,” kata Salasa.(ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pulau-pangabatang-desa-parumaa.jpg)