Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Longsor Adonara

20 Warga Ile Boleng yang Tewas Tertimbun Longsor Sudah Ditemukan, Lainnya Dalam Pencarian

sebanyak 20 orang sudah ditemukan meninggal dunia. Sementara yang lainnya masih dalam proses pencarian. 

Editor: Rosalina Woso
Syafika Lamawuran untuk Pos Kupang
Kondisi rumah warga akibat banjir bandang di kecamatan Adonara Timur dan Ile Boleng Flores Timur 

20 Warga Ile Boleng yang Tewas Tertimbun Longsor Sudah Ditemukan, Lainnya Dalam Pencarian

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Hujan lebat disertai banjir menyapu puluhan rumah dan korban jiwa di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur.

  Selain di Waiwerang, longsor besar terjadi di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Kabupaten Flores Timur, Minggu 4 April 2021 sekitar pukul 02.00 WITA. 

Informasi terkini yang dihimpun Pos Kupang, sebanyak 20 orang sudah ditemukan meninggal dunia. Sementara yang lainnya masih dalam proses pencarian

Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flotim menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini.
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flotim menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini. (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Sebelumnya, Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli mengatakan, ratusan orang tertimbun longsoran dari gunung Ile Boleng tepatnya di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng yang berada persis di lereng gunung.

Baca juga: Puluhan Warga Ile Boleng Adonara Kabupaten Flores Timur Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor

Baca juga: Banjir Bandang di Adonara Kabupaten Flores Timur, 4 Warga Dilaporkan Hilang dan Puluhan Rumah Rusak

Ia mengatakan, dari laporan Kepala Desa Nele Lamadike, Pius Pedang, longsor itu menyebabkan puluhan warga meninggal dunia. Selain nyawa manusia, puluhan rumah juga tertimbun longsor. 

"Info terbaru dari Kades Nele Lamadike, bahwa puluhan warga tewas. Jenazah yang sudah dievakuasi sudah belasan. Yang lainnya masih dalam proses evakuasi," ujarnya kepada wartawan, Minggu 4 April 2021.

Baca juga: Semana Santa di Kabupaten Flores Timur Tanpa Patung Tuan Ma dan Tuan Ana

"Sekarang kami sedang koordinasikan dengan PT Bumi Indah dan CMK untuk segera turunkan alat berat berupa exavator untuk mencari korban. Ada korban meninggal yang ditemukan di Desa Nobo, karena terseret banjir," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved