Jumat, 8 Mei 2026

Semana Santa di Kabupaten Flores Timur Tanpa Patung Tuan Ma dan Tuan Ana

Ritual suci tahun ini difokuskan di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka tanpa melibatkan banyak umat karena wabah pandemi Covid-19.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Suasana malam prosesi Semana Santa Larantuka 

Semana Santa di Kabupaten Flores Timur Tanpa Patung Tuan Ma dan Tuan Ana

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Perayaan Semana Santa Larantuka, Kabupaten Flores Timur tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Sesuai petunjuk Yang Mulia Bapak Uskup, Dewan Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka memutuskan prosesi Semana Santa 2021 ditiadakan.

Ritual suci tahun ini difokuskan di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka tanpa melibatkan banyak umat karena wabah pandemi Covid-19.

Pastor paroki Katedral Larantuka, Romo Hendrik Leni,Pr mengatakan atas kesepakatan Bapak Uskup dan Pemda Flotim, ritual semana santa di gereja katedral pun dibatasi dengan kuota 50 persen umat yang hadir.

Baca juga: Amankan Paskah, Polres Sumba Timur Gelar Operasi Semana Santa Ranaka 2021, Ini Penjelasan Kapolres

Baca juga: Prosesi Semana Santa Tertutup untuk Umum, Ritual Sakral Suku Semana Larantuka Tetap Digelar

Selain kuota umat dibatasi, pihak gereja juga menyiapkan gugus tugas covid-19 yang siap menjalankan tugas selama pekan suci.

Suasana malam prosesi Semana Santa Larantuka Flores Timur
Suasana malam prosesi Semana Santa Larantuka Flores Timur (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

"Yang Mulia Bapak Uskup meminta Gereja tetap dibuka, tapi tetap perhatikan prokol kesehatan. Ibadah dihadiri umat dengan kuota 50 persen. Ini diterapkan sejak masa pekan suci. Minggu palem lima kali misa. Sementara kegiatan lamentasi tidak dihadiri oleh umat. Misa kamis putih hanya dihadiri empat orang per KUB," ujarnya kepada wartawan, Jumat 2 April 2021. 

Menurut dia, perayaan jumat agung dan minggu paskah juga hanya terpusat di gereja katedral yang dibuka oleh bapa uskup.

Baca juga: Prosesi Semana Santa Ditiadakan, Umat Hanya Bisa Ikut Melalui Live Streaming

Ia mengatakan, tradisi prosesi patung Tuan Ma dan Tuan Ma pun tidak digelar seperti tahun sebelumnya. Dua kapela yang biasa menjadi pusat peziarah ditutup. Panitia hanya membuka pintu samping kapela

Di dua kepela ini hanya ada petugas yang dipercaya oleh konferia untuk mengontrol umat yang datang. Di dalam kapela, hanya ada mama muji dan keluarga suku semana yang bertugas menerima lilin yang dititip umat untuk dibakar di depan patung Tuan Ma atau Tuan Ana.

Suasana malam prosesi Semana Santa Larantuka
Suasana malam prosesi Semana Santa Larantuka (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

Meski membuka pintu samping, pihak konferia pun tidak mengeluarkan patung Tuan Ma dan Tuan Ana di depan altar seperti biasanya. Panitia hanya memajang foto Tuan Ma maupun Tuan Ana. Beberapa umat yang mendapat giliran masuk ke kapela, hanya dipersilahkan menyembah gambar kudus itu dari jauh. 

Baca juga: Prosesi Semana Santa 2021 di Kota Larantuka Ditiadakan

"Lamentasi, ovos dan eyus hanya dilakukan di gereja katedral. Sedangkan rute prosesi hanya dipasang lilin," jelasnya.

Di malam prosesi, petugas dan pastor berjalan mengikuti rute prosesi seperti biasanya yang dimulai dari gereja katedral dan kembali lagi ke gereja sambil membunyikan mata raka.  

Umat yang berada di lingkungan berdiri sepanjang jalan prosesi dengan menjaga jarak sambil khusuk berdoa.

Baca juga: 112 Pesonil Polres Ngada Lakukan Operasi Semana Santa Ranaka 2021

Saat tiba di depan kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, pastor memanjat doa dan memberikan penghormatan. Setelah itu, petugas penjaga kepela langsung menutup pintu kepela, bertanda prosesi selesai. 

Sedangkan di gereja katedral, upacara lamentasi terus dilakukan sambil menunggu pastor dan petugas kembali ke gereja. Saat pastor dan petugas tiba di gereja, petugas menyanyikan ovos penutup serta eus dan berkat penutup.

Ahli waris Kerajaan Larantuka, Don Martinus DVG
Ahli waris Kerajaan Larantuka, Don Martinus DVG (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Sebelumnya, Don Martinus DVG, ahli waris Kerajaan Larantuka mengatakan keputusan ketiadaan prosesi Semana Santa itu sesuai instruksi pimpinan tertinggi ordoneri keuskupan. Hal itu untuk mencegah kerumunan umat yang melanggar protokol kesehatan. 

Baca juga: Jelang Perayaan Paskah, Polres Manggarai Timur Rapat Persiapan Operasi Semana Santa Ranaka 2021

"Kita hanya lakukan dalam gereja dengan doa Jumat Agung," ujarnya kepada wartawan, Senin 29 Maret 2021. 

Menurut dia, dua Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana akan dibuka namun akan dibatasi untuk umum. Ritual penciuaman patung juga, lanjut dia, ditiadakan. 

Suasana malam prosesi Semana Santa Larantuka, 2 April 2021
Suasana malam prosesi Semana Santa Larantuka, 2 April 2021 (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

Umat yang datang dengan jumlah yang dibatasi hanya bisa diijinkan membakar lilin dan berdoa di luar pintu kapela (Sembah Wado). 

Baca juga: Sambut Semana Santa Jadi Event Nasional, Bupati Flotim Siap Benahi dan Gandeng Pihak Gereja

"Kita tahu seluruh umat punya kerinduan besar sekali terhadap Semana Santa, tapi ritual cium patung tidak ada. Kita antisipasi ada kerumunan dan melanggar aturan prokes covid-19," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved