Presiden Jokowi Menunjuk Sosok Ini Kalau Mau Menggantikan Moeldoko: Ali Ngabalin atau Fahri Hamzah?

Pasca pemerintah menolak Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang kini muncul wacana pergantian kepala staf presiden (KSP).

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA
Presiden Jokowi dan Ali Mochtar Ngabalin 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Pasca pemerintah menolak Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, kini berkembang wacana pergantian Kepala Staf Presiden (KSP).

Saat ini, ada dua sosok yang disebut-sebut berkemungkinan akan ditunjuk Presiden Jokowi untuk menggantikan posisi Moeldoko.

Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap mengatakan, ada dua figur yang bisa menggantikan Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

Yan Harahap pun berkomentar tentang kesiapan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin untuk ditempatkan dalam posisi apapun oleh presiden Jokowi, termasuk menjadi Kepala Kantor Staf Presiden menggantikan Moeldoko.

Sambil menautkan link berita tentang pemberitaan mengenai pernyataan Ngabalin tersebut, Yan Harahap menyebutkan Ali Ngabalin mudah terapancing.

"Sedaaaap... pantang dipancing sikit," tulis Yan di akun Twitternya, Jumat 2 April 2021.

Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat lainnya, yakni Syahrial Nasution memberikan pandangannya tentang kepantasan Ngabalin menggantikan Moeldoko sebagai kepala KSP.

Syahrial Nasution berpendapat bahwa Ali Mochtar Ngabalin dipandang cocok lantaran dianggap loyal terhadap Presiden Joko Widodo.

"Selain bro @Fahrihamzah, Bang Ali Ngabalin juga cocok jd KSP menggantikan Moeldoko. Sangat dikenal publik, loyal kepada Pak @jokowi."

"Akan lebih baik lagi kalo Pak Moeldoko mundur dari Ketum KLB Abal-abal yang sdh ditolak Kemenkumham. Meninggalkan para calo politik dan tetap jadi KSP," tulis Syahrial.

Ali Ngabalin pun berterimakasih atas dukungan dari Syahrial Nasution tersebut.

Ngabalin menyatakan, dirinya siap ditempatkan di manapun, termasuk menjadi kepala KSP menggantikan Moeldoko jika amanat itu diberikan kepadanya.

"Jangankan itu semua, kalau satu waktu bangsa dan negara Republik ini harus membutuhkan nyawa dan jiwa raga kita-kita ini ya, saya khususnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Jangan khawatir, saya sudah bilang sama anak dan istri saya," tutur Ngabalin dalam pemberitaan yang dikomentari Yan Harahap.

Kolase Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ali Mochtar Ngabalin. Ali Ngabalin mengungkapkan Moeldoko baik-baik saja pasca keputusan pemerintah tolak KLB Demokrat di Deli Serdang.
Kolase Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ali Mochtar Ngabalin. Ali Ngabalin mengungkapkan Moeldoko baik-baik saja pasca keputusan pemerintah tolak KLB Demokrat di Deli Serdang. (Tribunnews.com)

Ngabalin Peringatkan SBY Soal Moeldoko

Dalam kesempatan berbeda, Ngabalin mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak melindungi Kepala KSP Moeldoko terkait polemik yang terjadi di tubuh Partai Demokrat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved