Plt.Badan PBD Kabupaten TTS : Tim Turun Bawa Bantuan Tanggap Darurat
Sesuai laporan yang diterima BPBD, selain bencana banjir yang disebabkan karena luapan air kali di Desa Meusin dan Fatumanufui, Kecamatan Boking dan
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Plt.Badan PBD Kabupaten TTS : Tim Turun Bawa Bantuan Tanggap Darurat
Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota
POS-KUPANG. COM | SOE - PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS, Yeri Nakamnanu mengatakan, tim BPBD telah turun ke lokasi terdampak bencana tanah longsor dan banjir di kecamatan Amanatun Utara, Toianas dan Boking. Tim turun membawa bantuan tanggap darurat untuk para korban.
Sesuai laporan yang diterima BPBD, selain bencana banjir yang disebabkan karena luapan air kali di Desa Meusin dan Fatumanufui, Kecamatan Boking dan Desa Toianas, Kecamatan Toianas pada Rabu (31/3/2021), di Desa Muna terjadi bencana longsor dan pohon tumbang yang merusak beberapa rumah masyarakat. Oleh sebab itu, tim dari BPBD langsung bergerak ke lapangan dengan membawa bantuan tanggap darurat untuk para korban.
" Tim tadi pagi sudah berangkat ke lokasi bencana. Selain menyalurkan bantuan, tim akan mendata titik koordinat penyebab bencana longsor maupun banjir guna dilakukan penanganan ke depannya," ungkap Yeri kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (1/4/2021).
Informasi yang dihimpun pos Kupang, selain di kecamatan Toianas, Amanatun Utara dan Boking, bencana banjir juga melanda desa Toineke. Di pesisir Kolbano nampak terjadi gelombang tinggi dan air laut naik hingga ke jalan nasional. Usai surut, nampak bebatuan yang dihempas gelombang memenuhi badan jalan.
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengaku, dirinya sudah memerintahkan tim dari BPBD turun ke lokasi dengan membawa bantuan tanggap darurat bagi para korban. Terkait kerusakan badan jalan nasional (trans selatan TTS-Malaka) menjadi kewenangan pemerintah pusat.
" Kita sudah perintahkan tim turun bawa bantuan tanggap darurat," ujarnya.
Desa Meusin kembali dilanda banjir akibat luapan air dari kali Hanmasi, Rabu (31/3/2021). Luapan air di kali Hanmasi dipicu hujan deras yang mengurus wilayah tersebut tiga hari terakhir.
Tidak hanya menggenangi pemukiman masyarakat, air juga mengenangi badan jalan dan perkebunan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten TTS, Kenas Afi kepada POS-KUPANG.COM melalui sambungan telepon, Kamis (1/4/2021) mengatakan, sumber banjir sebenarnya sudah diketahui Pemda TTS karena musibah banjir sudah berulang kali melanda desa tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada tindakan nyata dari Pemda TTS untuk mengatasi masalah tersebut. Akibatnya, masyarakat Desa Meusin terpaksa harus mengalami banjir berulang.(din)
Baca juga: Ruas Jalan Negara Maumere-Ende Longsor Kendaraan Bertonase Berat Tidak Bisa Melintas
Baca juga: Pelajar SMA di Kupang Dicabuli dan foto Bugilnya Diduga Disebarkan Pelaku, Ini Kronologisnya
