Meskipun Hujan, Kehadiran dan Kerinduan Jemaat Kembali Beribadah di Gereja Terpenuhi
Pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Maranatha Oebufu dilakukan secara offline dengan dua kali kebaktian tadi pagi berlangsung dengan baik
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Maranatha Oebufu dilakukan secara offline dengan dua kali kebaktian tadi pagi berlangsung dengan baik.
Jemaat menyambutnya dengan baik dan pelaksanaanya disiplin protokol kesehatan. Aparat keamanan, polisi dan pemuda lintas agama membantu untuk mengamankan.
Meskipun dalam curah hujan, kehadiran dan kerinduan jemaat cukup bisa ditampung oleh Gereja Maranatha Oebufu.
Dalam khotbah Jumat Agung di kebaktian pertama pukul 06.00 Wita oleh Pendeta ludwina Uli Loni Tjung dan kebaktian kedua pukul 08.00 Wita, Pdt Sarlinda Anggal Kisek mengingatkan untuk merefleksikan kembali hidup pada kebenaran dan pertobatan.
Baca juga: 20 Ucapan Hari Paskah 2021, Sejarah dan Pengertian Jumat Agung, Hari Kesedihan dan Penebusan Dosa
Baca juga: Pelaksanaan Paskah di Gereja St. Yosef Bajawa dan Gereja MBC Dikawal Ketat TNI-Polri
Karena Tuhan dalam penderitaan dan kesengsaraan memberikan pesan penebusan untuk manusia kembali lagi menjalani hidup bersama di jalan yang benar.
Kekerasan tidak boleh ada dan bukan jalan yang terbaik, Yesus menempuh banyak penderitaan dan kekerasan yang luar biasa tapi Yesus memenangkan dengan sebuah kesempatan melepaskan pengampunan.
Jadi dalam hidup, kita juga harus memberikan pengampunan dan hidup dalam karya keselamatan Allah.
Suara gembala yang disampaikan Ketua Majelis Jemaat, Pdt Desiana Rondo Effendy hari ini berhadapan dengan pandemi.
"Kita harus berdamai dengan diri kita sendiri terlebih dahulu baru bisa berdamai dengan orang lain dan dengan Tuhan. Sebab kekerasan tidak pernah menghasilkan sebuah kebaikan tetapi kekerasan menimbulkan banyak perpecahan. Oleh karena itu mari kita berdamai dengan diri kita melepaskan pengampunan supaya kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan," tuturnya.
Baca juga: Kumpulan Ucapan Jumat Agung - Paskah Cocok di Media Sosial: Terima Kash Tuhan, KasihMU Sungguh Besar
Baca juga: Bikin Doi Klepek-klepek, Inilah 20 Ucapan Paskah Paling Romantis di Tengah Pandemi Serta Waktunya
Dalam relasi bersama, lanjutnya, toleransi yang ada, menjaga kehidupan secara baik sebagai umat beragama, kita juga menjaga kebersamaan dalam persekutuan meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan dan juga meningkatkan imun tubuh dengan prokes dan merawat kehidupan bersama sama secara baik.
"Kita ada dalam berbagai ancaman, tetap waspada berjaga-jaga dalam kemajemukan yang ada, toleransi bagi unat beragama tetap menjadi bagian yqng dihadirkan di tengah situasi pandemi," ujarnya.
Beberapa pesan yang disampaikan dalam makna Jumat Agung merefleksikan kembali hidup dan merawat kembali kehidupan dengan tetap berpengharapan pada Tuhan Yesus pemilik hidup.
Selanjutnya, dalam rangkaian kegiatan paskah Jemaat Maranatha Oebufu juga akan bersama-sama melakukan talent show secara virtual besok pukul 19.00 Wita.
Ada konser virtual paskah pemuda Maratha oebufu. Konser ini menampilkan talenta-talenta dari anak muda baik menyanyi solo, band, vocal group, stand up comedy, dance dan tarian.
Semua dikolaborasikan secara baik untuk akustik, permainan musik sasando bukan hanya pemuda-pemudi Kristen Maranatha Oebufu tapi juga kolaborasi dengan pemuda-pemudi Katolik yang merekam paduan suara dan permainan musik sasando terlibat dalam konser virtual paskah.
Pada kesempatan yang sama, hari Minggu ada kebaktian paskah pukul 06.00 dan 08.00 Wita. Kebaktian paskah sebagai peristiwa kemenangan iman untuk tetap berpengharapan kepada Kristus sang hidup yang memberikan pertolongan bagi kita.
"Semangat paskah juga melandasi kita untuk tetap hidup dalam ketaatan kepada Allah tentu semuanya mengacu dan mengajarkan kita untuk taat pada prokes dan taat pada panggilan untuk merawat kehidupan bersama," tukasnya.
Kemudian ada kebaktian syukur paskah pada 5 April, ada pelayanan baptisan kudus di dalamnya. "Kami sudah selesai perjamuan kudus di rayon rayon. Karena di masa pandemi ada kegiatan secara offline dan online yang dilakukan mengacu strategi pelayanan sehingga semuanya tetap dilakukan secara baik. Kita melihat sisi positif dan mengambil energi positif untuk berbagi bahwa media komunikasi dan IT hari ini cukup menolog kita untuk melakukan perjumpaan dengan Tuhan. Jemaat ada yang ibadat di rumah masing-masing dan gereja. Ada liturgi yang dibagikan secara tertulis, ada youtube juga bisa menjadi panduan untuk bersama-sama menjadi panduan, sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. Walaupun pandemi ada didepan, kita tetap harus berkarya dan gereja kehadirannya harus tetap ada dirasakan oleh jemaat," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).