Breaking News:

Marzuki Alie Sebut Keputusan Pemerintah Sudah Tepat Tolak Demokrat versi Moeldoko, Lho Kok Mbalelo?

Presiden Jokowi sudah memutuskan, pemerintah menolak kehadiran Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Deli Serang, Sumatera Utara.

Editor: Frans Krowin
Kolase YouTube Akbar Faizal Unsencored/Partai Demokrat
Kolase Mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie (kiri)dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kanan). 

POS-KUPANG.COM - Presiden Jokowi sudah memutuskan, pemerintah menolak kehadiran Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Deli Serang, Sumatera Utara.

Sikap tegas Presiden Jokowi tersebut, disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly saat mengumumkan sikap pemerintah terhadap sikap Moeldoko cs. 

"Pemerintah secara resmi menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang menghasilkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, sebagai Ketua Umum."

Yasonna Laoly mengatakan, "Pemerintah menyatakan bahwa permohonan pengesahan hasil KLB di Deli Serdang ditolak," kata Yasonna, Rabu 31 Maret 2021.

Baca juga: Daripada Galau Tak Diterima Demokrat, Lebih Baik Moeldoko Bergabung ke PBR Demi Kesejahteraan Rakyat

Baca juga: DPC Partai Demokrat TTU : Kami Tetap Kompak dan Solid di bawah Kepemimpinan AHY 

Keputusan menolak kepengurusan Partai Demokrat hasil KLB itu, karena kelengkapan fisik yang diperlukan berupa surat mandat dari Ketua DPD dan DPC, tidak dipenuhi Moeldoko cs.

"Dari hasil pemeriksaan dan verifikasi terhadap seluruh kelengkapan fisik sebagaimana yang dipersyaratkan, masih ada kelengkapan yang belum dipenuhi, antara lain DPD dan DPC tidak disertai mandat dari Ketua DPD dan DPC," beber Yasonna.

Padahal, kubu Moeldoko telah diberi waktu untuk memperbaiki sesuai peraturan yang ada.

Atas sikap pemerintah itu, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan apresiasi.

Menurutnya, keputusan pemerintah itu bermakna tak ada dualisme kepemimpinan di Partai Demokrat.

"Saya tegaskan, tidak ada dualisme di tubuh Partai Demokrat," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved