Breaking News:

Karantina Pertanian Kupang Musnahkan Benih dan Buah Kering Impor

Karantina Pertanian Kupang kembali melakukan pemusnahan terhadap komoditas pertanian yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kantor Pos Kupang

POS-KUPANG.COM/Amar Ola Keda
Petugas kantor Karantina Pertanian Kupang saat memusnahkan benih dan buah kering asal Tiongkok dan Singapura 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kupang kembali melakukan pemusnahan terhadap komoditas pertanian yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kantor Pos Kupang, Senin 29 Maret 2021.

Pemusanahan itu dilakukan karena tidak adanya Sertifikat Kesehatan (Phytosanitary Certificate) dari negara asal.

“Komoditas pertanian impor dimusnahkan, karena ini penting untuk melindungi sumber pangan kita,” ujar Subkoordinator Bidang Pengawasan dan Penindakan  Karantina Pertanian Kupang, Heru kepada wartawan, Senin (29/3/2021). 

Baca juga: Penjabat Bupati Sumba Barat Ajak  ASN  Sukseskan Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Pembangunan

Sebelum dilakukan pemusnahan, Karantina Pertanian Kupang telah memberi kesempatan kepada pemilik dalam jangka waktu tiga hari sesuai UU No 21 Tahun 2019 pasal 45 ayat 4 untuk melengkapi dokumen tersebut. Namun, hal itu etapi tidak dipenuhi.

Ia mengatakan, pemusnahan komoditas pertanian itu berupa benih biji hyacinthus sebanyak dua bungkus dan irisan buah apel, nanas, jeruk dan buah naga yang dikeringkan sebanyak 200 lembar dengan berat 4 kg asal Tiongkok dan Singapura.

Baca juga: Plh Bupati Belu Serahkan Jabatan ke Penjabat Bupati

Benih itu tergolong dalam kategori risiko tinggi (high risk) yang dapat memiliki risiko penyebaran virus atau bakteri. 

Menurut dia, potensi penyebaran penyakit bagi produk benih sangat berbahaya karena bersifat laten, yaitu gejala penyakit dapat muncul/terlihat ketika benih tersebut sudah tumbuh di pertanaman. Sehingga dapat menyebabkan potensi kerugian ekonomi yang sangat tinggi.

Karantina Pertanian, kata dia, memiliki peran untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit dari negara luar tersebut dengan melakukan pemeriksaan setiap komoditas yang dibawa ditempat pemasukan maupun pengeluaran seperti bandara, pelabuhan, kantor pos maupun pos lintas batas negara.

Sementara Kepala Karantina Pertanian Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar menjelaskan, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 pasal 33 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dilakukan tindakan karantina pemusnahan.  Pemusnahan media pembawa ini dilakukan dengan cara dibakar.

Hal ini sesuai dengan tata cara pemusnahan yang ditetapkan Undang-undang nomor 21 tahun 2019  pasal 47 ayat 1 yang menyatakan bila pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, menghancurkan, mengubur, dan/atau pemusnahan lain yang sesuai, sehingga media pembawa tidak mungkin lagi menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit serta tidak menganggu kesehatan manusia dan tidak menimbulkan kerusakan sumber daya alam hayati.

"Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya sertifikat kesehatan tumbuhan maupun hewan menyertai komoditas pertanian yang dilalulintaskan dan dimasukan ke wilayah Indonesia," tandas Yulius. (POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved