Jalan Provinsi Welaus-Halilulik Bakal Telan Dana Rp 20 M
Pemprov NTT telah memprogramkan penyelesaian jalan provinsi ruas Welaus, Kobalima menuju Halilulik, Kabupaten Belu
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN--Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) telah memprogramkan penyelesaian jalan provinsi ruas Welaus, Kobalima menuju Halilulik, Kabupaten Belu.
Ruas jalan yang kini kondisinya rusak berat itu bakal menelan dana Rp 20 miliar berasal dari dana APBD NTT. Total dana ini nanti untuk pembuatan hotmix untuk semua titik yang rusak saat ini.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas PUPR Malaka, Lorens Haba menyampaikan hal ini kepada Pos-Kupang belum lama ini.
Baca juga: Jelang Perayaan Paskah, Uskup Maumere Dukung Langkah Pengamanan Aparat TNI/Polri
Dikatakan Lorens, jalan provinsi untuk ruas Kobalima-Halilulik memang saat ini kondisinya rusak berat. Hal inipun sangat dirasakan para sopir kendaraan roda empat maupun enam juga pengendara roda dua. Ada beberapa titik memang masih layak digunakan, tetapi sebagian besar kondisinya sudah rusak berat.
Berkenaan dengan kerusakan jalan provinsi ini, lanjut Lorens, Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat dan Wagub, Josef Nae Soi sudah melihat secara langsung kondisinya dan sudah dianggarkan pada APBD NTT.
Baca juga: 4 Poin Pernyataan Sikap Gerakan Pembumian Pancasila NTT Terkait Aksi Teror Gereja Makassar
"Untuk jalan provinsi dana seluruhnya Rp 20 miliar untuk ruas jalan Welaus, kobalima-Halilulik dengan panjang sekitar 20 kilometer. Memang ini untuk hotmix dan anggaran hotmix itu untuk 1 kilometer anggarannya bisa mencapai Rp 3 miliar. Diharapkan bisa tuntas tahun 2021 ini termasuk ada perbaikan
Jembatan yang rusak," katanya.
Diberitakan sebelumnya, uas jalan provinsi yang menghubungkan Halilulik, Kabupaten Belu hingga wilayah Kabupaten Malaka saat ini kondisinya semakin rusak berat.
Ruas jalan yang ada di wilayah Kecamatan Malaka Timur khususnya, terdapat lubang menyerupai kubangan hewan dan beberapa titik bahkan nyaris longsor. Kondisi ini diperparah dengan hujan yang terus terjadi seperti sekarang ini, badan jalan digenangi air hujan dan menyulitkan bagi para pengendara ketika melewati jalur ini.
Pantauan Pos Kupang, Jumat (26/2), terdapat dua titik yang belum dibangun jembatan sehingga apabila hujan dengan intensitas tinggi maka para pengguna jalan tidak bisa melewatinya.
Para pengendara harus menunggu sampai air kembali surut untuk bisa menyeberang ke Betun ibu kota Malaka dan juga bisa sebaliknya ke Atambua Kabupaten Belu.
Ada dua titik anak sungai yang hingga ini belum dibangun jembatan yakni di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima dan Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur.
Kerusakan jalan provinsi penghubung Kabupaten Malaka dan Belu sudah rusak bertahun-tahun, dan tidak pernah diperhatikan.
Sebagian besar pengendara mengeluh dengan status jalan ini. Para pengendara yang melewati jalur ini harus membutuhkan 3 hingga 4 jam untuk sampai di Atambua ataupun sebaliknya sampai di Betun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kabid-bina-marga-lorens-haba.jpg)