Breaking News:

Uskup Atambua Pimpin Misa Minggu Palma di Katedral. Ini Pesan Uskup

Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr memimpin misa Minggu Palma di Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, Kabupaten Belu, 28 Maret 2021. Misa M

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
FOTO-Eustachius Mali/Komsos Katedral Atambua
BERKAT DAUM PALMA--Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr memberkat daun palma saat memimpin misa Minggu Palma di Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, Kabupaten Belu, Minggu (28/3/2021). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr memimpin misa Minggu Palma di Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua, Kabupaten Belu, 28 Maret 2021. Misa Minggu Palma di Gereja Katedral dilaksanakan tiga kali.
 

Penegakkan protokol kesehatan sangat ketat dan umat disiplin menerapkannya. Umat duduk menjaga jarak di dalam gereja dan menggunakan masker selama perayaan misa. 

Bangku panjang yang biasa digunakan sekitar delapan orang, kini hanya ditempati empat orang. Tidak semua bangku dipakai. Deretan bangku kedua, keempat dan seterusnya ditanda dengan isolasi merah. Dilarang duduk. Jadi hanya separuh dari bangku yang bisa dimanfaatkan. 

Sebagian umat mengikuti perayaan dari luar gereja namun tetap menjaga jarak. Selain menempati kursi yang disiapkan dalam tenda, umat juga mencari tempat masing-masing di halaman gereja. Ada yang duduk taman bunga, juga di bawah pohon-pohon. Umat tetap dalam suasana khusuk mengikuti misa. 

Komsos Katedral Atambua dalam rilisnya yang disampaikan Eustachius Mali mengatakan, perayaa  misa minggu Palma di Gereja Katedral berlangsung aman dan tertib. 

Yang agak unik, tidak perarakan meriah masuk ke dalam gereja. Tidak lagi terdengar paduan suara Kisah Sengsara Yesus Dialog seru antara Yesus dan Pilatus yang biasa dinyanyikan merdu, hanya dibaca dengan gaya yang khas. Dan tidak ada selingan lagu seperti biasanya. 

Teriakan koor, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” sambil mengepal tangan tidak dilakonkan. 

Walau demikian, Uskup Dominikus
mengingatkan umat gembalaannya akan makna mendasar dari peristiwa sengsara dan wafat Yesus.    

“Itu adalah sumber untuk membaharui hidup rohani kita. Sumber untuk memperoleh keselamatan. Sumber untuk semakin mengenal Tuhan,” tandas Uskup Domi dalam kotbahnya.

Menurut Uskup, Tri Hari Suci, sejak Kamis Putih hingga Sabtu Kebangkitan haruslah dihayati sebagai sumber keselamatan umat Allah dalam Kristus. Baik Sakramen permandian, krisma, ekaristi dan sakramen lainnya yang dirayakan dalam gereja katolik bersumber dari misteri Paskah Kristus.

Mengakhiri kotbah singkatnya, Uskup yang menggembala umat katolik di tiga kabupaten besar, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU) ini menghimbau umatnya, agar merayakan pekan suci ini secara aktif, sadar dan partisipatif.

Merenungkan sengsara dan wafat Yesus adalah jalan menuju sumber rahmat keselamatan yang dapat memberi dampak pada kebangkitan pribadi dalam hidup harian sebagai pengikut Yesus. (jen).

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved