PERANG China vs Amerika Diprediksi Berakhir dengan Kekalahan Paman Sam, Ini Keunggulan PLA
Ternyata itu belum cukup untuk mengahalan China yang sudah sukses membangun militenya menjadi kekuatan raksasa dunia
PERANG China vs Amerika Diprediksi Berakhir dengan Kekalahan Paman Sam, Ini Keunggulan PLA
POS KUPANG.COM -- China dan Amerika kini terus memasang kuda-kuda guna memenangkan perang di Pasifik Timur yang meliputi kasawasan Laut China Timur dan Laut China Selatan
Militer Amerika terus memperkuat diri dengan menghadirkan Kapal induk, pesawat pembom hingga drine canggih pembunuh
Ternyata itu belum cukup untuk mengahalan China yang sudah sukses membangun militenya menjadi kekuatan raksasa dunia
Keuntungan Amerika adalah lokasi perang berada di dekat daratan China sehingga negeri komunis itu kemungkinan akan mengalami sangat banyak korban manusia maupun harta benda
Selain itu , Amerika juga punya sejarah panjang terkait pengalaman perang baik US Army , US Air Force maupun US Navy
Baca juga: PERANG Di Laut China Selatan Tingga Hitung Hari , AS Kerahkan 18 Drone Canggih Tangkis Ancaman China
Baca juga: BAKAL Perang , China kirim 20 Jet Tempur dan Pembom ke Zona Pertahanan Taiwan
Baca juga: Laut China Selatan Terus Memanas, China Latihan Tembak Langsung , AS Kirim Pesawat Mata-mata
Belanja besar-besaran China untuk pertahanan dan persenjataan militer membuat para pejabat dan pakar AS mengemukakan kekhawatiran bahwa AS tidak akan bisa membela Taiwan dalam perang.
Belanja pertahanan China tahun ini diperkirakan naik 6,8 persen, sedikit naik dari peningkatan tahun lalu.
Dia Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan dana tersebut akan memperkuat kekuatan China "melalui reformasi, sains dan teknologi dan pelatihan personel yang cakap".
Dia menambahkan, menurut Pemerintah China: "Kami akan meningkatkan pelatihan dan kesiapsiagaan militer di semua bidang, membuat rencana keseluruhan untuk menanggapi risiko keamanan di semua area dan untuk semua situasi, dan meningkatkan kapasitas strategis militer untuk melindungi kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan negara kita."
Dia Xi Jinping juga berulang kali mengatakan kepada pasukan Tentara Pembebasan Rakyat untuk siap berperang "setiap saat" tahun ini.
Melansir Express.co.uk, Minggu (28/3/2021), David Ochmanek, mantan pejabat senior Departemen Pertahanan dan asisten permainan perang (war games) untuk Pentagon di think tank RAND Corp, mengatakan AS sering kalah dalam simulasi konflik dengan China.
Beijing memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan berambisi untuk mempersatukannya kembali dengan China daratan.
Baca Juga: Tak Cukup Berbuat Zalim di Negerinya Sendiri, China Gunakan Jasa Penjahat Digital untuk Hantam Warga Uighur di Luar Negeri, Facebook Sampai Harus Repot-repot Turun Tangan Mengadangnya dengan Ini
China bahkan mengancam akan melakukannya dengan kekuatan militer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/militer-tentara-china-pla.jpg)