Bank NTT Peduli Pariwisata Daerah: Harry Luncurkan Lopo Dia Bisa

Bank NTT meresmikan Lopo Dia Bisa di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (27/3/2021)

Editor: Kanis Jehola
pk/gecio viana
Suasana peresmian Lopo Dia Bisa di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (27/3/2021). 

POS-KUPANG.COM - Bank NTT meresmikan Lopo Dia Bisa di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (27/3/2021). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Direktur Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Usai peresmian, Harry Alexander menyempatkan diri melihat para pengrajin dan penenun di Lontar Galeri. Program Lopo Dia Bisa adalah pengembangan dari program Dia Bisa (Digital Agen Bank NTT dan Mahasiswa).

Lopo Dia Bisa di Desa Todo akan menjadi sarana bagi kaum milenial yang ingin menjadi Agen Dia Bisa untuk mempromosikan tenun ikat dan menjual kerajinan lokal lainnya. Lopo ini juga menawarkan kemudahan bagi masyarakat sekitar untuk melakukan transaksi.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Minggu 28 Maret 2021: Raja Damai, Raja Kebenaran

Misalnya pembayaran telepon, BPJS Kesehatan, tagihan listrik, Samsat Online, TV berbayar, pembayaran PDAM, pembelian pulsa dan token listrik. Kepada awak media, Harry Alexander mengatakan, Lopo Dia Bisa merupakan bentuk satu program untuk mendukung masyarakat lokal demi peningkatan sektor pariwisata di Labuan Bajo.

"Kami dalam menterjemahkan program kerja Pak Gubernur NTT untuk menghidupkan usaha-usaha masyarakat kecil yang menopang pariwisata. Maka pendekatan dengan UMKM berbasis modernisasi, dalam hal ini melihat dan mengfasilitasi usaha-usaha homestay dan untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan yang menggunakan jasa homestay, maka dihadirkan Lopo Dia Bisa," jelasnya.

Baca juga: Suaminya Syok Saat Tahu Profil dan Sosok Selingkuhan Istri Tercintanya, Ternyata ini Rangsangannya

Lebih lanjut, ia menerangkan Lopo Dia Bisa juga sebagai sarana untuk meningkatkan geliat pariwisata di daerah itu. "Lopo Dia Bisa ini tidak saja menyiapkan kebutuhan-kebutuhan keseharian. Tetapi menampung kreativitas tertentu masyarakat, seperti di sini talenta melukis, atau membuat cinderamata yang berbasis bahan ramah lingkungan dan itu yang kami kembangkan, dan dari sistem pembayarannya, kita sediakan sistem pembayaran elektronik dan digital," katanya.

Bank NTT pun kata dia akan mengembangkan Lopo Dia Bisa di daerah itu. Terutama di beberapa spot destinasi wisata di Labuan Bajo.

"Kami akan ke tingkat kecamatan dan spot-spot wisata lainnya untuk dilakukan seperti ini. Seperti di Batu Cermin, Wae Bobok dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Owner Lontar Galeri, Matheus Sakeus mengucapkan terima kasih atas dukungan Bank NTT. Matheus yang aktif dalam dunia pariwisata sebagai pelaku seni dan aktif melestarikan kebudayaan Manggarai ini mengaku, perhatian Bank NTT dapat lebih meningkatkan geliat UMKM di tempatnya. "Dukungan Bank NTT sangat luar biasa," ujarnya.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan Kepala Desa Nggorang, Abu Bakar Sidik. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bank NTT merupakan satu inovasi dan terobosan untuk memudahkan akses dan pelayanan kepada masyarakat di Desa Nggorang.

"Mewakili masyarakat Desa Nggorang saya mengucapkan terima kasih kepada Bank NTT yang telah melakukan perubahan bagi masyarakat dalam memberikan layanan. Hari ini kita me-launching dan meresmikan Lopo Dia Bisa. Kita melakukan sinergitas untuk melihat sesuatu yang berkaitan dengan generasi penerus bangsa," kata dia.

Sehari sebelumnya, Jumat (26/3), Lopo Dia Bisa juga diresmikan penggunaannya di Desa Todo, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai. Peresmian ditandai pengguntingan pita oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Ny Meldyanti Hagur-Nabit. "Kami menyambut baik. Tinggal nanti dari Pemerintah begitu juga dari Dekranasda, kami akan mengerjakan bagian kami untuk mendukung program ini," tutur Ny Meldy.

Ia juga menyinggung pemasaran tenun. Menurutnya Dekranasda Kabupaten Manggarai terlebih dahulu akan melakukan pendampingan terhadap penenun, agar hasil tenunannya berkualitas, bernilai historis, dan pada akhirnya dikenal khalayak luas.

"Kita merapikan tenunan-tenunan dan kerajinan-kerajinan yang ada di sini. Lalu kita juga perlu punya pencatatan sejarah khusus, bagaimana sejarah dari Desa Todo ini atau Niang Todo ini," tuturnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved