Gubernur NTT Tertarik Usaha Ayam KUB Seperti Dikembangkan Kodim Belu
gubernur terlihat sudah angguk-angguk kepala ketika melihat ribuan ayam berlari kesana kemari mencari makan
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Gubernur NTT Tertarik Usaha Ayam KUB Seperti Dikembangkan Kodim Belu
POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Usai peninjauan kelompok ternak sapi Inseminasi Buatan (IB) Nufuak Jaya Fatukbot, Kabupaten Belu, Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat mampir di Koramil Kota, Kamis 25 Maret 2021.
Tujuannya untuk melihat usaha ternak ayam KUB yang dikembangkan Kodim 1605 Belu.
Tiba di Koramil, Gubernur NTT disambut Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Wiji Untoro. Lalu Dandim mengarahkan gubernur dan diikuti rombongan ke lokasi kandang ayam yang letaknya di belakang kantor Koramil.
Gubernur masuk sampai di dalam kandang ayam. Dalam kandang terdapat sekitar seribuan ekor ayam KUB sesuai laporan Dandim Belu. Sebelum Dandim menjelaskan lebih jauh tentang awal mula usaha itu, gubernur terlihat sudah angguk-angguk kepala ketika melihat ribuan ayam berlari kesana kemari mencari makan.
"Ini usaha setelah pak Dandim tugas di sini?", tanya Gubenur.
"Siap! Iya Pak", jawab Dandim.
"Dandimnya luar biasa. Bukan hanya urus keamanan teritorial tapi membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat", sambung Gubernur Vicktor bernada pujian.
Menurut Dandim Belu, usaha ternak tersebut merupakan implementasi dari program pembedayaan ekonomi yang digagas KSAD. Untuk Kodim Belu, mereka kembangkan usaha ternak ayam dan perikanan air tawar. Kedepannya akan dikembangkan ternak kambing.
Menurut Dandim, untuk harga borongan ayam KUB tersebut sebesar Rp 60 ribu per ekor. Usia panen dua bulan. Jika dikembangkan 1.000 ekor maka keuntungan yang diperoleh sekitar 15-20 juta rupiah.
Mendapat penjelasan demikian, gubernur NTT juga ikut mengkalkulasi jika dikembangkan 5.000 ekor sudah menghasilkan Rp 300 juta dalam tempo dua bulan.
Dalam diskusi singkat di lokasi kandang ayam tersebut, gubernur NTT merasa tertarik untuk mengembangkan usaha ternak ayam KUB bagi kelompok masyarakat karena usaha itu dinilai menjanjikan.
Gubernur langsung meminta Asisten III yang juga Plt Kadis Peternakan Provinsi NTT, Yohana E. Lisapaly untuk menjaring kerja sama antara pemerintah provinsi dengan kodim Belu. Tak hanya dengan Kodim tetapi juga dengan instansi lain seperti Kejaksaan.
Menurut gubernur, setiap usaha pemberdayaan yang meningkatkan ekonomi masyarakat mesti didukung dan diajak kerja sama.
Pemerintah mengajak kerja sama supaya kelompok masyarakat bisa mengembangkan usaha serupa. Pemerintah siap memberikan dana untuk pengembangan usaha.
Baca juga: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Minta Perhatian Serius Persoalan Stunting
Baca juga: Gubernur NTT Vicktor Laiskodat Ajak Petani Semangat Meski Ekonomi NTT Babak Belur
Baca juga: Tanam Jagung Panen Sapi, Gubernur NTT : Biar Terima Upah Kecil Tapi Upah mu Besar di Surga
Selepas dari Koramil Kota, Gubernur NTT dan rombongan menuju Desa Derokfaturene untuk panen jagung TJPS. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/Teny Jenahas)