Berita Lewoleba Terbaru
Dari Kekurangan, Warga Gotong Royong Sumbang Uang dan Semen Perbaiki Jalan ke Lamalera
memperbaiki jalan rusak menuju destinasi wisata kampung Lamalera, Senin (22/3/2021). Total ada enam titik ruas jalan yang diperbaiki di Desa Posiwatu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Relawan Taman Daun, Anggota Koramil 1624/07 Nagawutung dan warga kembali bergotong royong (gemohing) memperbaiki jalan rusak menuju destinasi wisata kampung Lamalera, Senin (22/3/2021). Total ada enam titik ruas jalan yang diperbaiki di Desa Posiwatu dan Lamalera B, semuanya di wilayah Kecamatan Wulandoni. Jika dihitung sejak Sabtu kemarin,
maka total sudah 200 sak semen yang dimanfaatkan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.
Menariknya, kata Koordinator Taman Daun, John Batafor, sejak berita dan unggahan di media sosial mengenai gotong-royong hari pertama, warga Lewoleba pun mulai tergugah hati untuk membantu.
Sejumlah warga ekonomi menengah ke bawah di Lewoleba datang ke Taman Daun untuk menyumbang satu atau dua sak semen dan uang yang dimanfaatkan untuk membeli material perbaikan jalan rusak ke Lamalera. Secara pribadi, dia merasa terharu dan mengucapkan terima kasih kepada semua warga yang telah memberikan kontribusi dalam bentuk apa pun untuk membenah jalan-jalan berlubang yang tersebar mulai dari Posiwatu hingga ke Lamalera.
"Mereka memberi dari kekurangan mereka, itulah yang menarik," kata John kepada Pos Kupang, Selasa (23/3/2021).
Para relawan juga merasa terharu karena antusiasme warga untuk memberikan kontribusi dalam program ini sangat luar biasa. Di lokasi, warga desa juga berbondong turun ke lokasi bergotong-royong (gemohing) memperbaiki jalan yang sudah rusak parah selama bertahun-tahun. Sejumlah ibu-ibu juga dengan spontan menyiapkan makanan dan minuman bagi warga, relawan dan anggota Koramil Nagawutung yang bekerja. Ini semua, kata dia, lahir dari semangat gemohing (gotong-royong) yang memang sudah diwariskan turun temurun.
Kata John Batafor, sulitnya mendapatkan air dan material di wilayah itu rupanya juga tidak menyurutkan semangat mereka untuk bekerja. Semua kendala itu bisa teratasi karena kerja gotong royong semua masyarakat.
Kita akan lanjut lusa, di beberapa titik di Posiwatu dan Lamalera. Lalu kita akan bergeser ke Puor dan Boto untuk benahi jalan rusak di sana," ungkapnya.
Sementara itu, warga Desa Posiwatu, Kecamatan Wulandoni, Fransiskus Laba Narek (31) berkata masyarakat kecil sangat membutuhkan akses jalan yang memadai.
"Kita merasa macam tidak ada pemerintah yang memperhatikan kita masyarakat kecil," kata Narek yang juga berprofesi sebagai sopir mobil angkutan umum.
Dia mengakui ruas-ruas jalan yang sudah diperbaiki itu merupakan jalur-jalur kritis yang memang sulit dilalui.
"Kalau kita tunggu pemerintah, mau sampai kapan lagi," pungkasnya.
Baca juga: Polres Belu Rakor Persiapan Pengamanan Paskah. Ini Harapan Kapolres
