Masyarakat Sabu Raijua Resah, Marak Pengeboman Ikan di Wilayah Halla dan Ma'ne 

Populasi ikan, rumput laut dan terumbu karang serta biota laut yang terdapat di lokasi itu terancam mengalami kerusakan

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Petani rumput laut di Tablolong Kupang Barat, Kabupaten Kupang NTT. 

Masyarakat Sabu Raijua Resah, Marak Pengeboman Ikan di Wilayah Halla dan Ma'ne 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua kini resah. Dua pekan belakangan marak terjadi pengeboman ikan di wilayah itu.

Keresahan masyarakat itu bukan tanpa alasan. Populasi ikan, rumput laut dan terumbu karang serta biota laut yang terdapat di lokasi itu terancam mengalami kerusakan. 

Dua wilayah yang menjadi lokasi pengeboman itu terparah berada di Pantai Halla dan Pantai Ma'ne Raijua.

Perwakilan Relasi Community Sabu Raijua yang menghubungi POS-KUPANG.COM pada Minggu (20/3) pagi menyebut, kondisi itu sudah dilaporkan para nelayan dan masyarakat ke pihak kepolisian. 

"Masyarakat sudah lapor. Pihak Pospol Raijua juga sudah mengambil sikap, tapi karena keterbatasan fasilitas dan sarana maka penanganan belum maksimal," ujar koordinator Relasi Community Sabu Raijua, Econk Parera melalui sambungan telepon.

Pihaknya bersama masyarakat meminta aparat Kepolisian, aparat TNI dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan secara cepat dan tegas.

"Tentunya kita semua tidak menginginkan keindahan bawah laut kita dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Baca juga: GP Ansor NTT Gelar PKL dan Susbalan 

Petani rumput laut, kata dia, mengeluh juga mengalami kerugian karena tanaman rumput laut mereka rusak dan tidak dapat di jual. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved