Breaking News:

Techno

Kominfo Diminta Beri Sanksi Tegas Bagi Operator Telekomunikasi yang Ingkari Komitmen Pembangunan

POS-KUPANG.COM -- Hingga tahun 2021, tercatat masih sekitar 12.548 desa dan kelurahan, di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang belum me

Editor: John Taena
istimewa
Kominfo Diminta Beri Sanksi Tegas Bagi Operator Telekomunikasi yang Ingkari Komitmen Pembangunan 

POS-KUPANG.COM -- Hingga tahun 2021, tercatat masih sekitar 12.548 desa dan kelurahan, di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang belum menikmati layanan internet

Berdasarkan data yang ada, 9.113 desa dan kelurahan adalah daerah Universal Service Obligation (USO) yang merupakan tanggung jawab Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dalam menyediakan layanan telekomunikasi.

Sementara 3.435 desa lainnya adalah daerah non-3T yang sejatinya menjadi kewajiban 6 operator telekomunikasi pemegang izin bergerak selular.

di sisi lain, sudah lebih dari 37 tahun teknologi telepon bergerak selular diperkenalkan di Indonesia.

Baca juga: Keutamaan Membaca Surah Al Mulk. Bacaan Alquran Surah Al Mulk Lengkap dengan Terjemahannya

Baca juga: Niat Sholat Witir. Kerjakan Sholat Tahajud Sebelas Rakaat Jika Ingin Ikuti Kebiasaan Rasulullah SAW

Melihat masih banyaknya daerah di Indonesia yang belum mendapatkan layanan telekomunikasi, disesalkan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio (istimewa)

Menurutnya komitmen pembangunan operator telekomunikasi, khususnya di daerah non komersial, masih terbilang sangat lambat.

Padahal ketika mendapatkan izin penyelenggaraan jaringan bergerak selular secara nasional, para operator tersebut telah berjanji membangun infrastruktur telekomunikasi selular di seluruh daerah, termasuk di daerah yang non komersial.

Baca juga: Amerika dan Jepang Sepekat Menyerang China Secara Besar-Besaran, Siap Kerahkan Rencana Gila Ini

Baca juga: Dokumen Rahasia AS Ungkap Kopassus Jalani Pelatihan Ini, Beberapa Terlibat Pembantaian Timor Timur

"Berbagai alasan kerap diutarakan operator untuk tidak memenuhi komitmen pembangunannya. Dahulu isu tidak adanya backbone dipakai untuk menghindari komitmen pembangunan. Namun kini dengan tersedianya Palapa Ring Paket Timur, Tengah, dan Barat, seharusnya tidak ada alasan bagi operator telekomunikasi untuk tidak membangun di 3.435 desa tersebut. Padahal di saat pandemi Covid-19, seluruh daerah membutuhkan layanan telekomunikasi untuk melakukan kegiatan daring seperti pembelajaran jarak jauh dan bekerja dari rumah," ungkap Agus.

Agus meminta agar Kementerian Kominfo dapat bertindak tegas terhadap operator telekomunikasi yang 'malas' membangun di 3.435 daerah non komersial tersebut.

Termasuk menagih janji investasi dan pembangunan jaringan yang telah disampaikan operator telekomunikasi ketika mendapatkan izin.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved