Selasa, 2 Juni 2026

Remas se-Kota Kupang "Turun Gunung" Bersihkan Pekuburan Islam Batukadera

pembersihan kawasan pekuburan  ini dilakukan setiap tahun terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan

Tayang:
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Dok. Abdul Rifai Betawi.
Remas se-Kota Kupang saat membersihkan area Pekuburan Umum Islam Batukadera, Kelurahan Air Mata, Kota Kupang, Sabtu (20/3). 

Remas se-Kota Kupang "Turun Gunung" Bersihkan Pekuburan Islam Batukadera

POS-KUPANG.COM I KUPANG---Menjelang Bulan Suci Ramadhan 2021, Remaja Masjid (Remas) dari 56 masjid di Kota Kupang "turun gunung" membersihkan dan menata area Pekuburan Umum Islam Batukadera, Kelurahan Air Mata, Kota Kupang.

Bersama para Jamaah dan Peziarah, Remas bergotong royong membersihkan rumput liar yang dibiarkan tumbuh selama setahun belakangan dan mengecat kembali pagar area pekuburan.

Ketua Panitia Pembersihan dan Penataan Pekuburan Islam Batukadera Air Mata Kupang, Abdul Rifai Betawi, S.Pd mengatakan hal ini kepada Wartawan,  Sabtu ( 20/3).

Dijelaskan Rifai, pembersihan kawasan pekuburan  ini dilakukan setiap tahun terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan. Pasalnya, saat itu  para peziarah mengunjungi keluarga yang sudah dimakamkan di pekuburan ini.

Oleh karena itu, kata Rifai, selaku warga Air Mata dirinya bersama Remas  dan pemuda Air Mata lainnya,  memiliki rasa sensititas untuk melayani warga Islam di Kota Kupang.

"Kalau area pekuburan bersih maka peziarah merasa nyaman dan bersih ketika mengunjungi makam sanak famili. Kami pemuda Air Mata kemudian melakukan konsolidasi kepada warga Muslim untuk berpartisipasi," jelas Rifai.

Dirinya menilai bahwa apa yang dilakukan ini sebagai simbol dari solidaritas warga Islam terhadap area ini yang merupakan simbol dari kehadiran Islam di Kota Kupang.

"Di Batu Kadera ini ada simbol artafak peradaban Muslim di Kota Kupang karena usianya sudah 300-an tahun. Sehingga dipastikan Islam berkembang di Kota Kupang sudah lebih dari itu. Kegiatan ini kami libatkan Remas dari 56 Masjid di Kota Kupang juga Jamaah, Peziarah untuk lihat makam keluarga," katanya.

Menurut Wakil Sekertaris NU NTT ini, kegiatan saat ini merupakan awal yang akan dilanjutkan beberapa hari kedepan. Namun pembersihan lanjutan melibatkan orang lain dalam bentuk menyewa.

"Untuk jangka panjang akan rencanakan akan bentuk wadah permanen yang tugasnya membersihkan  dan penataan. Kita perlu tata letak karena kalau tidak diatur maka sekitar 5-10 bisa penuh. Kalau ditata bagus maka bisa lebih panjang waktunya. Kami juga akan cari lahan lain sebagai alternatif   TPU Islam yang baru," pungkas Rifai.

Rifai menyampaikan terima kasih atas dukungan dari  Dewan Masjid Indonesia NTT, para tokoh Islam, Bapak Abdullah Ulumando, Bapak Djafar Alhadat, Bapak H.Muhammad Ansor, Bapak H Anwar Pua Geno serta tokoh Islam yang lainnya, Tamir Masjid serta jama'ah se-Kota Kupang.

Sementara Sekertaris Dewan Masjid Indonesia  Provinsi NTT, Abdullah P. Ulumando mendukung penuh kegiatan yang diprakarsai oleh Remas se- Kota Kupang. Ia menilai ini langkah positif sehingga perlu didukung dan bukan saat ini saja tapi  berkelanjutan dengan perencanaan yang jelas pasti dan terukur. 

"Kita dorong Remas di Kota Kupang untuk bentuk wadah resmi dibawa dewan masjid sehingga wadah ini memanage semua pemeliharaan dan penataan berkaitan dengan lahan Pekuburan Umum Islam Batu Kadera," pinta Abdullah.

Menurutnya,  Lembaga ini diharapkan merencanakan secara detail berkaitan dengan lahan baru karena ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk pemakaman beberapa tahun kedepan. Perlu dicarikan lahan alternatif sebagai pengganti lahan Pekuburan Islam Batu Kadera. 

Baca juga: DPD Demokrat NTT Serahkan Keputusan Keterlibatan Kader di KLB ke Dewan Kehormatan

Baca juga: Koramil Nagawutung, Taman Daun dan Warga Perbaiki Jalan ke Lamalera yang Jadi Destinasi Wisata Dunia

Baca juga: Tetap Waspada ! Kabupaten Nagekeo Tambah 12 kasus Positif Covid-19

Baca juga: Wagub NTT, Josef Adrianus Nae Soi  : Awal April Mulai Penerbangan Reguler ke Pantar

Dia berharap ada perencanaan detail soal lokasi dimana, luas lahan dan anggaran.

Penataan jangan amburadul,  lingkungan ditata, ada blok, jalan setapak diatur. Perlu dukungan dari  tokoh umat,  tokoh masyarakat untuk mensuport Remas dalam melaksanakan tugas kedepannya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved