Dukung Masa Depan Orang Muda & Perguruan Tinggi, Bupati Flotim Gelontorkan Beasiswa Setiap Tahun.
Pikiran ini sangat prospektif demi keberlanjutan peradaban dan pengetahuan di Flores Timur
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
Dukung Masa Depan Orang Muda dan Perguruan Tinggi di Flotim, Bupati Anton Gelontorkan Beasiswa Setiap Tahun.
POS KUPANG.COM| LARANTUKA --Setiap tahun, Pemda Flores Timur menggelontorkan bantuan pendidikan (Beasiswa) kurang lebih Rp 3 miliar untuk membayar biaya pendidikan bagi anak muda Lewotana yang kuliah di Flores Timur. Kebijakan ini sebagai langkah positif dan patut diberi apresiasi.
Demikian disampaikan Pakar Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Drs. Wara Sabon Dominikus, M.Sc saat dihubungi via selulernya, Jumat (19/3/2021).
“Atensi dan perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang kuliah di Flores Timur patut diberi apresiasi. Sesungguhnya pemerintah sedang mendorong anak muda untuk menjadi ilmuwan dari Flores Timur. Pemda sudah mulai berpikir untuk memperkuat kelembagaan Perguruan Tinggi yang beroperasi di Flores Timur. Pikiran ini sangat prospektif demi keberlanjutan peradaban dan pengetahuan di Flores Timur,” ujar Wara Sabon.
Dalam rilis yang diterima Harian Pagi Pos Kupang dan Pos Kupang.Com dari Rebon Muda, Sabtu (20/3/2021), untuk memperkuat program ini, Magister Pendidikan Matematika jebolan THe University of Adelaide Australia ini, menyarankan agar kebijakan supporting generasi muda yang dilakukan oleh Pemerintah Flores Timur bisa diperluas untuk mahasiswa Flores Timur yang kuliah di luar. Tentang mekanisme dan penyaluran bantuan, bisa dibuat dalam bentuk zona sesuai keberadaan mahasiswa masing-masing.
Doktor Pendidikan Matematika jebolan Universitas Negeri Malang ini menambahkan, Pemda Flotim juga bisa melalukan pemetaan terhadap kebutuhan SDM pada bidang dan jurusan tertentu. Anak-anak muda tamatan SMA ditantang oleh Pemda untuk mengambil jurusan khusus, dan jika jurusan itu belum ada di Lembaga Perguruan Tinggi di Flores Timur bisa diprogramkan di luar Flores Timur. Berbagai ilmu pengetahuan serta teknologi harus dipelajari oleh anak-anak Lewotana, agar saatnya mereka kembali mengabdi untuk Flores Timur sesuai bidang yang menurut Pemda sangat prospektif.
Secara terpisah, Bupati Flores Timur , Anton Hadjon mengakui bahwa kebijakan beasiswa dilakukan untuk mendukung orang muda Flores Timur dalam meraih cita-citanya, serta mendorong tumbuhnya lembaga pendidikan tinggi di Flores Timur. Hal ini pula sebagai upaya memperkuat marwah Flores Timur sebagai gudang para ilmuwan.
“Flores Timur terkenal sebagai gudang para Ilmuwan. Hampir di semua tempat, anak-anak Lewotana diutus, menjadi guru, suster dan pastor. Sampai sekarang, tradisi membangun peradaban pendidikan itu masih terpelihara dengan baik. Oleh karena itu, sejak menjadi bupati, saya berkehendak melanjutkan pembangunan peradaban dunia pendidikan di Flores Timur, dengan kebijakan memberi dukungan kepada Lembaga Pendidikan Tinggi di Flores Timur dengan kerja sama bantuan pendidikan bagi mahasiswa Flores Timur yang memilih kuliah di Flores Timur. Sebab, mereka tidak punya kesempatan
mengenyam pendidikan di luar karena keterbatasan biaya,” kata Anton.
Anton juga menegaskan, pemerintah menyadari benar bahwa dalam mengelolah lembaga Perguruan Tinggi tidaklah mudah. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir dan wajib memberi dukungan agar lembaga pendidikan tinggi bisa bertumbuh sehat di Flores Timur.
Untuk menunjukkan keseriusan tersebut, pemerintah Flores Timur menuangkan komitmen itu dalam nota kerja sama antara pemerintah dan lembaga Perguruan Tinggi di Larantuka.
Bantuan pendidikan ini juga, kata Anton, sebagai bentuk konsistensi pemerintah terhadap misi selamatkan orang muda.
“Kami sudah tandatangan MoU sejak tahun 2018 sampai tahun 2020. Bantuan ini sudah berjalan 3 tahun, sementara tahun 2021 sedang diusulkan,” ujar Anton.
Rektor Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), Kristoforus Ado Aran, S.Pd.,M.Pd,. menjelaskan, kurang lebih 433 mahasiswa IKTL sudah mendapat beasiswa dari Pemda Flores Timur.
Masing-masing dari mereka mendapat Rp 2,5 juta per semester plus biaya operasional pendidikan sebesar Rp 350 ribu. Jadi kurang lebih setiap tahun setiap mahasiswa mendapat bantuan pendidikan berupa beasiswa sebesar Rp 6 juta.
Kristo menambahkan, bantuan Pemda Flores Timur tersebut tidak diberikan dalam bentuk tunai ke mahasiswa, tetapi ditransfer ke rekening lembaga untuk membiayai registrasi, SKS dan juga operasional kembaga.
Bagi Kristo, kebijakan beasiswa oleh Pemda ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang standard kehidupan ekonominya pas-pasan.
Bantuan ini pula memberi manfaat besar bagi pengembangan kemajuan Lembaga Perguruan Tinggi yang digawanginya.
“Sejak menerima bantuan ini, animo masyarakat untuk mendaftarkan diri di IKTL semakin tinggi. Lembaga juga terbantu, sebab beban biaya operasional serta tunjangan bagi pengajar sudah bisa terbantu,” ujar Kristo.
David Goa Lein, mahasiswa IKTL jurusan Teknologi dan Informatika mengatakan, bantuan pendidikan yang ia terima dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyelamatkan orang muda.
Dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan secara berturut-turut dalam tiga tahun berjalan.
Selain IKTL, Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Waibalun juga mendapat gelontoran dana beasiswa yang tidak sedikit. Para mahasiswa mendapat perlakuan yang sama oleh Pemerintah Flores Timur dengan nilai bantuan yang berfmvariasi.
Karolina Letek, nahasiswa STIPAS asal Desa Waimana menuturkan, bantuan beasiswa Pemda Flotim sangat membantu menyelamatkan masa depannya.
Dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, dia boleh mengenyam pendidikan sampai di tingkat Perguruan Tinggi.
“Sejak awal masuk kuliah, nama saya diusulkan oleh lembaga sebagai penerima bantuan beasiswa dari Pemda Flores Timur. Saya bersyukur, karena saya juga dinyatakan lolos seleksi dan berhak mendapat bantuan tersebut. Setiap semester, beban kami diringankan oleh Pemda,” tutur Karolina.
Anggota PMKRI Cabang Larantuka ini mengisahkan, pencairan beasiswa biasanya terjadi di akhir semester. Tetapi karena proses registrasi dilakukan di awal semester, biasanya pihak kampus memberikan surat pernyataan untuk ditandatangani sebagai bukti kami sudah melakukan registrasi.
Baca juga: Promo McD Jelang Ulang Tahun, Serba Rp 30 Ribu
Baca juga: Sungai di Pakubaun, Amarasi Timur Makan Korban Pelajar SMP
Surat ini sebagai jaminan agar kami bisa mengikuti proses belajar tanpa terhalang dengan administrasi yang belum beres.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/Geradus Manyela)