Breaking News:

Salam Pos Kupang

Bangun Ketahanan Keluarga

Pemprov NTT melalui Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Joseph Nae Soi, bertekad mewujudkan 'NTT Zero Stunting'

Bangun Ketahanan Keluarga
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) melalui Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Joseph Nae Soi, bertekad untuk mewujudkan 'NTT Zero Stunting'.

Untuk mewujudkan tekad tersebut yang pada akhirnya bukan hanya mimpi tetapi menjadi kenyataan perlu langkah konferhensip dan membuka jejaring dengan semua elemen masyarakat agar 'NTT Zero Stunting' bisa segara terwujud.

Saat ini, Provinsi NTT juga memiliki Kelompok Kerja (Pokja) pencegahan dan penanganan stunting di NTT. Pokja tersebut mencatat trend prosentasi balita stunting di NTT tahun 2018-2020 konsisten menurun, walau NTT masih menjadi provinsi dengan angka stunting tertinggi mencapai 24,2 persen dari data stunting nasional yakni 30,8% (Riskesdas 2018).

Baca juga: NTT Menuju Zero Stunting: Wagub Josef Andalkan Kelor

Data tersebut memotivasi pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mecari jalan keluar untuk menurunkan bahkan menghilangkan stunting di NTT.

Tingginya angka stunting di NTT tentu tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, yakni sumber daya manusia (SDM) yang rendah. SDM yang rendah berdampak pada kemiskinan.

Dan, kemiskinan memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan, yakni ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dan, dari SDM yang rendah, miskin, menimbulkan stunting.

Baca juga: Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Wajar Jokowi Berkomunikasi dengan AHY

Kita memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT yang sudah membentuk pokja dan bertekad mewujudkan 'NTT Zero Stunting' dengan mendorong penguatan ketahanan keluarga, bisa secara fisik, ekonomi, sosial dan sebagainya. Ketahanan keluarga menjadi penting termasuk menjamin hak perempuan dan anak.

Bagaimana mewujudkan ketahanan keluarga yang baik, adalah dengan mendorong peningkatan anggaran di bidang kesehatan juga pendidikan. Jika masyarakat sehat dan pendidikan baik, alhasil stunting di NTT bisa hilang.

Soal ketahanan keluarga, pemerintah melalui Dinas Kesehatan maupun Pendidikan bekerja sama dengan berbagai stakehloder (tokoh agama, tokoh masyarakat, NGO) terus-menerus melakukan sosialisasi terkait pola hidup sehat.

Ketahanan keluarga akan terwujud jika dimulai dari pasangan muda yang mampu merencanakan masa depan, yakni pendidikan, pekerjaan, keuangan, dan keluarga. Orang muda yang akan menikah dan membentuk keluarga harus memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan keluarga, tanggung jawab menjadi ayah dan ibu dan tanggung jawab sosial.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved