Breaking News:

Berita NTT Terkini

NTT Menuju Zero Stunting: Wagub Josef Andalkan Kelor

Pemprov NTT melakukan langkah komprehensif integral untuk mewujudkan NTT Zero Stunting

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wagub NTT Josef Adrianus Nae Soi 

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH Provinsi NTT ( Pemprov NTT) melakukan langkah komprehensif integral untuk mewujudkan NTT Zero Stunting. Saat ini NTT masih menjadi provinsi dengan angka stunting tinggi, yakni mencapai 24,2 persen.

Wakil Gubernur NTT ( Wagub NTT) Josef Nae Soi optimismistis dapat menekan bahkan menciptakan NTT bebas stunting. Menurutnya, ada banyak sumberdaya dan instrumen yang dapat mempercepat pemprov mewujudkan NTT zero stunting.

Pertama, pemanfaatan kelor yang dapat menjadi sumber nutrisi utama untuk mencegah stunting.

Baca juga: Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Wajar Jokowi Berkomunikasi dengan AHY

"Kenapa kami mengatakan bahwa kami optimis bisa menekan hingga zero stunting? Karena kami punya kelor," ucap Wagub Josef usai menjadi pembicara dalam Webinar Nasional dengan tema NTT Menuju Zero Stunting, Impian atau Kenyataan? yang berlangsung melalui zoom dari Ruang Rapat Gubernur NTT, Senin (15/3/2021) pagi.

Kegiatan itu terselenggara atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia dengan Pemprov NTT.

Baca juga: Marchvelouz Deal Primadona Baru dari Aston Kupang Hotel

Selain kelor, Wagub Josef menyebut ternak sapi dalam program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dapat memberi kontribusi untuk menekan angka stunting.

Dengan berhasilnya program TJPS, lanjut Wagubh Josef, maka keluarga dapat memanfaatkan susu sapi sebagai minuman yang menyehatkan. "Selain tanam kelor, kedua tanam jagung panen sapi, supaya sapi itu bisa kita peras susunya dan bisa minum," ujarnya.

Wagub Josef mengatakan, saat ini Pemprov NTT telah membentuk kelompok kerja (Pokja) percepatan penanganan stunting Provinsi NTT. Pokja tersebut mendata stunting setiap kabupaten untuk kerjasama dan kolaborasi serta sinergi melaksanakan program dan kegiatan menuju zero stunting.

"Ada pokja, ada data dimana kabupaten yang stuntingnya tinggi maka kita akan bekerja sama dengan kabupaten atau bupati untuk sama-sama melakukan kegiatan menuju zero stunting."

Pemprov bekerjasama dengan pemkot/pemkab melakukan intervensi terkait pendidikan pada ibu hamil agar dapat menjaga pola kehamilan yang sehat. Selain itu juga mengintervensi sanitasi berbasis masyarakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved