Senin, 4 Mei 2026

Bupati Mabar Terima Masyarakat Lembor yang Ingin Ganti Ibu Kota Kecamatan

penggantian nama ibu kota kecamatan tidak dapat langsung dilakukan seturut keinginan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Bupati Edi Endi foto bersama usai pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar, Senin (15/3/2021). 

Bupati Mabar Terima Masyarakat Lembor yang Ingin Ganti Ibu Kota Kecamatan

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edi Endi menerima sejumlah masyarakat Kecamatan Lembor yang ingin mengganti ibu kota kecamatan.

Pertemuan dilakukan di Ruang Aula Kantor Bupati Mabar, Senin (15/3/2021), dihadiri Camat Lembor, Pius Baut dan Kepala Kepala Badan BKPPD, Sebastianus Wantung serta tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kecamatan Lembor.

Bupati Mabar yang akrab disapa Bupati Edi Endi dalam kesempatan itu menyampaikan, penggantian nama ibu kota kecamatan tidak dapat langsung dilakukan seturut keinginan masyarakat.

Namun, lanjut Bupati Edi Endi, harus ada kajian historis, telaah dokumen dan melihat rujukan peraturan yang ada.

"Paling penting adalah aspek historis atau sejarah tadi," tegasnya.

Sementara itu, Camat Lembor, Pius Baut mengatakan, masyarakat yang hadir ingin mengganti nama ibu kota kecamatan yang saat ini

Masyarakat menginginkan ibu kota kecamatan yang saat ini bernama Wae Nakeng, menjadi Malawatar.

"Alasannya, karena letak kantor camat dan puskesmas itu di Malawatar, sehingga itu ganti nama ke Malawatar. Tapi kami akan coba ke belakang, kenapa hingga ibu kota kecamatan Wae Nakeng," katanya.

Menjawab permintaan warga, pihaknya akan mengfasilitasi pertemuan di Kantor Kecamatan Lembor dengan menghadirkan para tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah.

"Masyarakat usulkan, apa namanya akan didiskusikan. Dalam Minggu ini saya akan fasilitasi pertemuan di Kantor Camat Lembor. Saya akan undang masyarakat Siru, Pandang dan Malawatar. Karena dulunya satu dalam 1 desa, yakni Desa Tangge," katanya.

"Karena ada historis dan keterkaitan di wilayah Tangge, jadi nanti kami akan diskusikan," jelasnya.

Hasil pertemuan, kata dia, akan disampaikan kepada Bupati Edi Endi sebagai pertimbangan.

Baca juga: Kasus Bawang Merah di Kabupaten Malaka, Penyidik Polda NTT Belum Mampu Buktikan Unsur Pasal 55

Baca juga: Ratusan Anggota Polisi dan Brimob di Manggarai Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Dinas PPO Kunjungi SMPK Rosa Mistika Waerana, Lusia Endu Berharap Ada Dukungan

"Kecamatan Lembor ini terbentuk pada tahun 1989, nanti kami gali dokumen, wawancara tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved