Penanganan Covid

Thomas Lapenangga Imbau Dosen dan Mahasiswa Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Direktur Politani Kupang, Thomas Lapenangga mengimbau para dosen, pegawai dan mahasiswa menerapkan protokol kesehatan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Irfan Hoi
Swab tes masal di kampus Politani Kupang, Senin (15/3/2021) bertempat di lopo community center. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Direktur Politani Kupang, Thomas Lapenangga mengimbau para dosen, pegawai dan mahasiswa menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Kasus Covid-19 yang terus mengalami peningkatan tiap harinya menyebabkan sektor pelayanan publik mengalami gangguan dan pembatasan yang cukup ketat.

Hal ini juga terjadi di sektor pendidikan, seperti di Kampus Politani Kupang yang harus melakukan proses perkuliahan secara online sejak Pandemi ini menyebar di Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Baca juga: Tekan DBD di Sikka, Bupati Sikka Instruksi Petugas Kunjungi Rumah Warga

Sebagai salah satu kampus vokasi yang cenderung menggunakan lebih banyak praktikum dalam melaksanakan perkuliahan, pembatasan kampus akan mengganggu aktifias tersebut.

Untuk itu, politani sendiri melakukan upaya untuk mempersiapkan proses perkuliahan ditengah pandemi terus di gencarkan, salah satunya adalah dengan melakukan swab Test masal terhadap karyawan dan dosen di kampus politani, Senin (15/03/2021) bertempat di lopo comunity center.

Baca juga: UPT Penda NTT Wilayah Kabupaten Kupang Safari Dari Desa ke Desa

Direktur Politani kupang, Thomas Lapenangga, mengatakan, sebelumnya telah ada indikasi pegawai di kampus yang terkonfirmasi positif, sehingga pihak kampus bekerjasama dengan labaratorium biomolekuler kesehatan masyarakat provinsi NTT untuk melakukan pencegahan agar kasus Covid-19 tidak menyebar.

"Untuk di kampus baru pertama kali lakukan swab, sedangkan vaksin telah di lakukan beberapa Minggu lalu dengan kuota 100 orang" jelasnya.

Ia juga menjelaskan, kegiatan hari ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memulai aktifitas kuliah secara tatap muka.

Menurut Thomas, di kampus Politani perlu di lakukan perkuliahan tatap muka dikarenakan adanya proses praktikum yang membutuhkan kehadiran pegawai, dosen dan mahasiswa di kampus.

Hingga saat ini, kata Thomas, Politani masih menggunakan sistem online dalam materi perkuliahan, sedangkan kegiatan praktikum dilakukan secara tatap muka melalui pembatasan jumlah mahasiswa dan hanya bisa dilakukan di kebun tempat praktek atau di luar ruangan.

Terkait dengan pengeluhan mahasiswa yang mengalami kendala soal internet, ia mengakui Politani Kupang telah menyediakan layanan internet gratis di kampus yang akan dibuka sejak pukul 06.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA tiap harinya.

"Kita saling bantu, dari pak walikota, pak gubernur dan kami dari kampus. Apapun yang tejadi ini kita punya saudara-saudari, wilayah kita, kampung kita. Marilah kita sama-sama jaga" tandasnya.

Ia juga menghimbau agar para dosen dan pegawai serta mahasiswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar mengurangi penyebaran covid-19, terutama mendukung renacana kampus untuk memulai perkuliahan tatap muka.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved