Breaking News:

Berita NTT Terkini

Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan ditengah Pandemi Covid-19 

Masyarakat tidak boleh lalai dalam menjaga kebersihan lingkungan meskipun ditengah pandemi Covid-19

POS KUPNG.COM/YENI RACHMAWATI
Sri Wahyuningsi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Masyarakat tidak boleh lalai dalam menjaga kebersihan lingkungan meskipun ditengah pandemi Covid-19 karena penyakit demam berdarah dengue yang juga terjadi di awal tahun ini. Masyarakat diminat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi, bahwa perlumya peran lintas sektor untuk bergandengan tangan bersama Dinas Kesehatan dalam menghadapi musim penularan DBD tahun ini, dimana masih juga bergelut dengan situasi pandemi covid-19.

Baca juga: Hari Raya Nyepi, Wali Kota Kupang Ajak Umat Makin Kokoh dan Rukun

Sampai saat ini hingga minggu ke-9 tahun 2021 total kasus DBD di kota Kupang 271 kasus dengan meninggal dua orang. Kasus DBD berdasarkan puskesmas di kota Kupang yaitu Sikumana 37 kasus, Oepoi 56 kasus, Bakunase 30 kasus, Oesapa 43 kasus, Alak 10 kasus, Penfui 18 kasus, Oebobo 48 kasus, Pasir Panjang 20 kasus, Naioni 3 kasus, Manutapen 5 dan Kupang Kota 1 kasus.

Distribusi kasus DBD bersadarkan kelompok umur di kota Kupang, 5 - 9 tahun 49 persen, 1-4 tahun 30 persen, lebih dari 15 tahun 12 persen, 10 - 14 tahun 10 persen dan dibawah 1 tahun 5 persen.

Baca juga: Poktan Tunas Kedalak Galakan Kelornisasi,  Pemdes Haliklaran Acuh tak Acuh

Untuk itu, kata Sri, kelurahan yang belum ada kasus DBD agar terus meningkatkan kegiatan pencegahan dengan terus mengimbau masyarakat untuk melakukan kegiatan PSN secara mandiri, sedangkan yang sudah ada kasus selain tingkatkan PSN juga diharapkan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk tindak lanjut penanggulangan dan pencegahan agar tidak terjadi penyebaran kasus yang lebih luas.

Lanjutnya, perkembangan kasus mingguan DBD masih berada dibawah pola maksimum, namun diharapkan agar semua terap waspada karena saat ini masih berada dalam musim penghujan yang biasanya diikui dengan terus meningkatnya kasus DBD.

Diharapkan setiap rumah tanggan mempunyai satu jumantik yang merupakan anggota keluarga dalam rumah, bertugas memantau jentik di dalam rumah dan lingkungan sekitar rumah tempat tinggal, sehingga dapat menurunkan perkembangan nyamuk aedes aegypti terutama jentiknya, dengan demikian setiap rumah tangga bertanggung jawab untuk memutuskan mata rantai hidup nyamuk DBD. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
 

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved