Senin, 13 April 2026

Warga Keluhkan Jalan Menuju Nisar Desa Nanga Bere Kabupaten Mabar Rusak Parah

desa yang berjarak 80 km dari kota kecamatan Lembor Selatan, Lengkong Cepang itu, dibutuhkan tenaga ekstra. 

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Kondisi jalan yang buruk di Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Mabar, Selasa (9/3/2021). 

Warga Keluhkan Jalan Menuju Nisar Desa Nanga Bere Kabupaten Mabar Rusak Parah

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO --Jalan menuju Nisar Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), rusak parah, Sabtu (13/3/2021).

Untuk mencapai desa yang berjarak 80 km dari kota kecamatan Lembor Selatan, Lengkong Cepang itu, dibutuhkan tenaga ekstra. 

Untuk sampai di Desa Nanga Bere, harus melalui sebanyak 19 kali atau sungai. Belum lagi, jalan yang terjal dan batuan do sepanjang jalan sangat membahayakan warga yang melintas.

Jika dalam musim hujan, warga tidak dapat menempuh jalan darat, karena lumpur dan kubangan air yang cukup dal serta kali yang dialiri air.

Sementara itu, dari 19 sungai, terdapat 7 sungai di Desa Nanga Bere yang memiliki beberapa kampung yakni Kampung Wae Raja, Kampung Bangko, Kampung Nipa, Kampung Weko, Kampung Kewitu, Kampung Nanga Tangga dan Kampung Bila

Alternatifnya, warga Desa Nanga Bere harus menumpang kapal motor yang disebut 'taxi' dari 2 titik kampung di Desa Nanga Bere dengan biaya Rp 25 ribu hingga Nangalili.

Akan tetapi, kapal motor yang ada hanya beroperasi saat hari pasar yakni setiap hari Rabu dan kembali ke Desa Nanga Bere pada esoknya.

Menurut seorang warga Desa Nanga Bere, Abdul Sahama (45), penggusuran jalan dilakukan pada tahun 2010 lalu oleh Pemda Mabar dibawah kepemimpinan Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula kala itu.

"Awal buka itu jalan bagus," ujarnya.

Namun demikian, kondisi jalan semakin parah dari tahun ke tahun karena hujan deras.

Material batuan di jalan, lanjut dia, tergerus Karena hujan dan aliran air hujan mengakibatkan kubangan air dan jalan terjal serta berkubang.

"Rencananya mau rubah, tapi tidak ada. Karena secara kasat mata berbahaya. Salah-salah bisa masuk ke kali," katanya diamini warga lainnya.

Sehingga, kata dia, dibutuhkan perbaikan jalan sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Di lain sisi, perlu ada jembatan khususnya di sungai Wae Mese Nanga Bere untuk memudahkan akses bagi siswa untuk bersekolah, serta akses kesehatan bagi masyarakat dari 2 kampung yakni Kampung Wae Raja dan Kampung Bangko.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved