Berita NTT Terkini
Begini Mimpi Kepala UPT Peternakan NTT, Sejahterakan Warga Besipae-TTS, Sediakan Pakan Ternak, Info
Kawasan instalasi Peternakan yang terletak di Besipae, Timor Tengah Selatan (TTS), terus diupayakan pemerintah provinisi Nusa Tenggara Timur (NTT) ag
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kawasan instalasi Peternakan yang terletak di Besipae, Timor Tengah Selatan (TTS), terus diupayakan pemerintah provinisi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar warga setempat dapat merasakan manfaat dari lokasi seluas kurang lebih 37 hektar ini.
Program pengembangan ternak sapi dan pertanian yang digagas pemprov NTT itu melibatkan warga lima desa yang merupakan penghuni kawasan sekitar hutan Besipae atau pubabu yang dalam riwayatnya pernah terjadi gejolak antar warga dan pemprov.
"Saya punya mimpi, kehadiran instalasi Peternakan abesipae ini agar masyarakat bisa sejahtera. Karena itu, saya kembangkan sebanyak-banyaknya hijauan pakan dan kasihkan ke mereka" ujar Kepala UPT Peternakan NTT, Bambang Permana, kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).
Bambang di tugaskan gubernur NTT, Viktor B Laiskodat, untuk mendampingi masyarakat dalam menjalankan program pengembangan ternak sapi di kawasan tersebut.
Ia menyadari, pengembangan sapi juga didukung oleh ketersediaan pakan, olehnya perlu kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pakan dalam program tersebut. Hal ini memacu Bambang yang mengajak warga memulai penanaman rumput sebagai langkah awal program ini.
Dirinya berpendapat, pada saat musim hujan, hijauan pakan yang cocok adalah rumput odot, yang menurut hitungannya, satu rumpun mencapai 30 batang rumput odot dengan ketinggian mencapai 2 meter dan berat untuk panen satu rumpun sebanyak 18 kilogram. Sehingga, apabila kebutuhan per sapi 10 kilogram dari berat badan 100 kilogram maka hanya membutuhkan dua rumpun rumput odot.
"Kita tinggal hitung, kalau jarak tanam di satu hektar ini 1 kali 1 maka, terdapat 10 ribu anakan. 10 ribu anakan di bagi dua hasilnya 5 ribu dan 5 ribu di bagi 365, itu berapa kapasitas tampung. Bisa mencapai 100 ton" jelasnya
Masyarakat yang telah dibentuk secara berkelompok ini, akan dilibatkan sepenuhnya dalam menjalankan program dan kedepan masyarakat tidak lagi memelihara jenis sapi Bali seperti selama ini dilakukan.
Para kelompok, akan memelihara jenis sapi kawin suntik yang beratnya di atas 500 kilogram. Hal ini, agar ketika dijual, masyarakat dapat menjual dengan harga 15 sampai 20 juta per sapi umur satu tahun. Harapan tersebut dengan melihat ketersediaan pakan bagi ternak.
Masyarakat setempat sangat membutuhkan sebuah perubahan yang bertujuan untuk memperbaiki perekonomian. Klaim ini, kata Bambang, bisa di lihat dengan antusias warga yang sangat tinggi datang ke lokasi tanpa paksaan dari pemerintah. Sikap positif ini, bagi Bambang merupakan sebuah sinyal baik atas keberhasilan program.
Baca juga: Ibu Ajak Anak Lihat Langsung Perbuatan Dosa Bersama Dua Teman Prianya di Kamar Hotel, Nyabu Info
Dalam perencanaannya, kawasan Besipae akan dilakukan pengembangan sapi dengan kawin suntik sebanyak 4.000 ekor. Untuk itu, percepatan penyediaan pakan sejak saat ini akan menjadi modal bagi pengembangan nanti.
Bambang juga berkomitmen agar keberhasilan program juga wajib mensejahterakan masyarakat Besipae terlebih dahulu sebelum memajukan keuangan daerah.
Selain itu, dirinya menargetkan bersama kelompok ternak setempat agar kawasan Besipae ini dapat menjadi pusat percontohan pemberdayaan bagi daerah lain di NTT.
Baca juga: Sembilan Remaja Asyik Ngamar, Pakai 3 Kamar Hotel, Kepergok Petugas Trantib Kecamatan, Kronologis
Warga setempat yang telah merasakan manfaat kehadiran program, mengaku, hingga saat ini warga tidak lagi kesulitan mencari pakan ternak. Untuk itu, pengembangan ini diharapakan agar terus dilakukan dengan tetap melibatkan warga.
"Kami butuh sekolah lapangan (SL), kesehatan dan perkandangan, serta pertanian, ini penting bagi kami. Kelompok ini agar tau bagaimana adminstrasi, bagaimana dinamika. Sebab kelompok tidak tau tentang ini, maka sulit" kata salah seorang warga setempat. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)
Baca juga: Gadis Bisu dan Tuli di Ngada Cerita Kasus Pemerkosaan Menimpa Dirinya, Gunakan Bahasa Isyarat ?
