Peringati HPI PMKRI Larantuka Gelar Diskusi Bertajuk 40 Menit Perempuan Berbicara

dimulai dari Pukul 16.00 - 21.00 Wita dengan pemantik diskusi Mikhael Sani Makin yang merupakan anggota biasa PMKRI cabang Larantuka.

Editor: Rosalina Woso
Istimewa /oto kiriman PMKRI untuk pos Kupang
Diskusi PMKRI cabang Larantuka Memperingati Hari Perempuan Internasional.  

Peringati HPI PMKRI Larantuka Gelar Diskusi Bertajuk 40 Menit Perempuan Berbicara

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam rangka memperingati hari perempuan internasional (HPI) tahun ini, Senin (8/3/2021) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Larantuka - Sanctus Agustinus menggelar kegiatan diskusi dengan tema: "40 Menit Perempuan Berbicara".

Kegiatan terbagi dalam beberapa sub tema yaitu; Perempuan Butuh Pendidikan Atau Tidak?, Ketika Perempuan Berbicara: “Belis Bukan Perdagangan Perempuan!”, Revitalisasi Semangat Perempuan Lamaholot Dalam Menata Karir.

Berikutnya, Perempuan Dan Budaya Patriarki Lamaholot, Peran Perempuan Ditengah Pandemi Covid-19, Perempuan Dan Momentum Revolusi 4.0.

Kegiatan yang digelar di depan halaman Margasiswa, dimulai dari Pukul 16.00 - 21.00 Wita dengan pemantik diskusi Mikhael Sani Makin yang merupakan anggota biasa PMKRI cabang Larantuka.

Sementara Faustina Niron Koten Presidium Hubungan Masyarakat Katolik PMKRI Cabang Larantuka,  serta anggota Agustina T. Lolon, Karolina Letek Hajon, Getrudis Gunu Ritan, Maria Magdalena M. Weking dan Margaretha Vitari sebagai penanggap dalam diskusi tersebut.

Diskusi tersebut dihadiri oleh anggota PMKRI cabang Larantuka St Agustinus, dewan pembina PMKRI cabang Larantuka St., Hilarius Firdus Platin, ketua FTBM Kabupaten Flotim, Moh. Zaenal Ratuloli dan Ketua Yayasan Permata bunda berbelas kasih, pemerhati dan pegiat human traficcing Flotim Lembata Benedikta Da Silva.

Faustina Niron Koten presidium HMK PMKRI cabang Larantuka dalam diskusi menyampaikan bahwa perempuan harus benar-benar  mengenal dirinya yang sebenarnya seperti apa dan mengapa saya di sebut perempuan?.

"Perempuan sebenarnya adalah ciptaan yang istimewa dan mempunyai banyak kecerdasan hanya saja dia belum mampu mengenal dirinya. Tuhan itu menempatkan kecerdasan perempuan itu pada hatinya hingga tak banyak ahli perempuan. Perempuan tak boleh mati karena perpektif buruk tapi lebih pada menghidupi dirinya sebagai makhluk istimewa" tutur Fastin dalam keterangan tertulisnya kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (9/3/2021).

Sementara Benedikta Da Silva, mengatakan, baginya kegiatan ini sangat edukatif buat masyarakat, khusus untuk perempuan yang harus berani tampil dan berorganisasi dari awal.

"Intinya harus bisa berbicara dengan sub tema yang ada dan harus berani mengambil sikap konkret, apa yang harus ditindaklanjuti setelah selesai diskusi kita hari ini", jelas Noben.

Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten FloresTimur, Moh. Zaeni Ratuloli yang turut ambil bagian dalam diskusi tersebut berpendapat bahwa, kegiatan seperti ini merupakan ruang belajar dimana kaum perempuan bisa mengekspresikan segala kegelisahan yang mereka sendiri rasakan.

"Nah diruang ini juga sekaligus sebagai tempat untuk melatih publik speaking. Harapannya bahwa, hal yang seperti ini sering sering dibuka untuk mahasiswa, karena kenyataan bahwa hari ini mahasiswa dituntut harus punya kemampuan publik speaking yang baik" kata Zaeni Ratuloli.

Disisi lain, Hilarius Firdus Platin Dewan Pembina PMKRI Cabang Larantuka dalam arahannya setelah selesai diskusi, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan diskusi ini.

"Sebagai pembina PMKRI cabang Larantuka, saya apresiasi kegiatan yang dibuat oleh adik-adik pada sore hari ini. Ini merupakan ruang belajar bagi adik-adik, oleh karena itu gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin dihari esok" sebutnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved