Berita NTT Terkini

Bernadus Sau Tewas Disambar Petir

Bernadus Sau (60) ditemukan sudah tidak bernyawa di Hutan Aijoamnanu, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam, S.Ik. 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU -Bernadus Sau (60) ditemukan sudah tidak bernyawa di Hutan Aijoamnanu, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU), Senin (8/3/2021) sekitar pukul 13.00 Wita.

Warga RT 004 RW 002 Desa Lapeom, Kecamatan Insana Barat itu diduga tewas disambar petir. Jasad Bernadus tergeletak di tanah dalam posisi telungkup.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam mengatakan, jasad Bernadus pertama kali ditemukan Leonardus Nubatonis (39). Polisi menyebut Leonardus sebagai saksi I.

Baca juga: 62 Imigran Afganistan Terpapar Corona

"Saksi I berangkat dari rumah dengan tujuan mencari sapi di sekitar TKP (tempat kejadian perkara). Saat tiba, saksi I melihat seseorang tergeletak di tanah dalam keadaan tertelungkup," terang Sujud Alif ketika dikonfirmasi di Kefamenanu, Senin (9/3/2021). Dari ciri-ciri sosok jasad, lanjut Sujud Alif, saksi mengira korban adalah Karlos Misa.

Setelah melihat korban, Leonardus bergegas hendak memberitahu Ketua RT 18 Desa Lapeon Yohanes Takua namun tidak ada di rumahnya. Kemudian Leonardus memberitahu Ketua RT 01 Desa Lapeon Hironimus Asean bahwa dia menemukan Karlos Misa tewas di hutan Aijoamnanu.

Baca juga: Berkas Perkara Mantan Bupati Manggarai Barat Segera Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Hironimus bersama Leonardus mendatangi rumah Karlos Misa. Namun dalam perjalanan, mereka bertemu Edu Usfinit dan mendapat informasi bahwa Karlos Misa berada di Kota Kefamenanu

Selanjutnya Hironimus dan Leonardus bersama warga lainnya mendatangi TKP. Setelah diidentifikasi ternyata korban tewas bernama Bernadus Sau. Kemudian, Hironimus bersama warga melaporkan penemuan mayat di Hutan Aijoamnanu kepada Polres TTU.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kasat Reskrim AKP Sujud Alif Yulamlam dan Kanit Identifikasi Bripka Mexemalin Otu bersama sejumlah anggota polisi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP

Adapun hasil olah TKP, kata Sujud Alif, korban diduga meninggal dunia karena disambar petir. Menurutnya, pihak keluarga menerima kematian korban sebagai muzibah dan menolak membuat laporan polisi. "Pihak keluarga menolak outopsi terhadap jenazah korban," ujar Sujud Alif. (cr5)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved