Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Rabu 10 Maret 2021: Aku Datang Bukan untuk Meniadakan Hukum Taurat
Hukum Taurat ibarat regulasi dalam suatu kedaulatan hidup berbangsa dan bernegara. Hukum ini diterima Musa dari Yahwe di Gunung Sinai.
Renungan Harian Katolik, Rabu 10 Maret 2021: Aku Datang Bukan untuk Meniadakan Hukum Taurat, Tapi Menggenapinya (Ulangan 4: 1, 5 - 9; Matius 5: 17 - 19)
Oleh. RD. Ambros Ladjar
POS-KUPANG.COM - Saat ini di mana-mana segala aturan sudah ditegakkan secara baik. Lihat saja di masa pandemi Covid-19 ini. Ada sanksi kalau orang langgar.
Di dunia kerja pun Presiden Jokowi sudah tanda tangani Omnibus Law. Tujuannya agar menyederhanakan segala bentuk kendala regulasi.
Bisa saja kita atau keluarga kita banyak yang demo ikut menolak. Padahal intinya agar pertumbuhan ekonomi di NKRI cepat mengalami peningkatan. Juga iklim usaha yang kondusif untuk investor luar bisa berjalan dengan baik.
Karena kita banyak bekerja pada usaha orang, bukan perusahan privat. Negara tak akan aman dan damai jika tanpa hukum yang mengatur hak hidup seluruh warga. Jadi adanya regulasi ini untuk mengatur kesejahteraan bersama.
Hukum Taurat ibarat regulasi dalam suatu kedaulatan hidup berbangsa dan bernegara. Hukum ini diterima Musa dari Yahwe di Gunung Sinai. Olehnya dia menjadi Nabi besar bagi bangsa Yahudi.
Hukum Taurat mengatur relasi antara manusia dengan Allah untuk kebahagiaan. Karena hakikatnya demikian, maka Yesus amat menjunjung tinggi. Dia datang bukan meniadakan, tapi menggenapinya. Yesus tambahkan hukum baru yakni cinta kasih.
Sebab itu selaku pengikut Kristus, kita diajak untuk mengikuti dan mentaati segala perintah-Nya. Tanpa sadar kita telah jadikan sebagai pedoman tingkah laku setiap hari. Setia, rendah hati, jujur, adil, tulus, beradab sesuai ajaran dan tindakan Yesus Sang Guru kita.
Kitab Ulangan tegaskan lagi perintah dan hukum Tuhan ini. Tujuannya bukan untuk memperbudak kita, tapi agar kita ingat landasannya.
Biasanya orang lihat dari sudut pandang kepentingan diri. Apa yang cocok menjadi tak sesuai atau sebaliknya. Jelas bertolak belakang dengan kepentingan bersama.
Sebagaimana hukum Taurat mengatur hak hidup bersama, demikian pun Hukum Kasih. Dia membimbing kita ke tanah perjanjian setelah mengakhiri ziarah hidup kita.
Dalam Injil, Yesus sudah tegaskan. Orang yang taat menepati hukum akan menduduki tempat yang tinggi dalam Kerajaan Sorga. Kecenderungan kita adalah hidup tanpa aturan. Soalnya biarpun aturan sudah ada, tapi sering kita melawan. Mari kita biarkan diri agar diarahkan sesuai kehendak Yesus.
Selamat malam dan selamat menjalani Masa Puasa buat para sahabat dan segenap keluarga semua. Semoga diberikan Tuhan Kesehatan, Keberuntungan, Kesuksesan dan Kebahagiaan di sepanjang hari-hari Puasa ini. Tetap menjaga Protokol Kesehatan. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.*
Simak juga video renungan harian katolik berikut: