Rabu, 15 April 2026

Ini Perkembangan Kasus Kebakaran Pasar Lembor Kabupaten Mabar

sejumlah pedagang membersihkan lapak atau stand mereka dengan peralatan seadanya.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si saat berada di Pasar Lembor, Jumat (5/3/2021).  

Dikonfirmasi terpisah, Camat Lembor, Pius Baut mengatakan, pasca kejadian telah dilakukan pendataan pedagang.

Dijelaskannya, sebanyak 229 stand terbakar dan 3 stand lainnya terpaksa dirobohkan saat kejadian untuk memutuskan kobaran api membakar stand lainnya.

"Jadi total stand ada 232 stand," katanya.

Pendataan dilakukan demi mendapatkan informasi dan data pasti terkait jumlah pedagang yang menjadi korban.

Sebab, lanjut dia, terdapat beberapa stand yang dimiliki oleh satu orang pedagang dan praktik penyewaan stand dari pemilik stand ke pihak lain.

"Jadi ada juga sewa di atas sewa dari stand itu. Nah, jadi harus cermat, karena yang didata adalah korban. Kami punya tugas bantu mendata. Apa jenis bantuan itu menjadi tugas BPBD Kabupaten Mabar dan Dinas Sosial," ungkapnya.

Sementara itu, dalam pendataan kali ini, akan dimasukkan juga data 7 pedagang yang menjadi korban kebakaran di pasar itu pada Jumat (5/1/2021) lalu.

Baca juga: Golkar Lembata Kirim 10 Nominator Video Terbaik Ke Tingkat Provinsi

Karena, lanjut Pius, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah kepada 7 pedagang tersebut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved