Kamis, 16 April 2026

Ini Perkembangan Kasus Kebakaran Pasar Lembor Kabupaten Mabar

sejumlah pedagang membersihkan lapak atau stand mereka dengan peralatan seadanya.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si saat berada di Pasar Lembor, Jumat (5/3/2021).  

Ini Perkembangan Kasus Kebakaran Pasar Lembor Kabupaten Mabar

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait kasus kebakaran Pasar Lembor yang terletak di Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (5/3/2021) lalu tersebut menghanguskan sedikitnya 229 stand terbakar dan 3 stand lainnya terpaksa dirobohkan saat kejadian untuk memutuskan kobaran api membakar stand lainnya.

Kapolres Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si mengatakan kasus tersebut tengah diusut pihak kepolisian.

"Tim Labfor dari Bali sudah tiba di Labuan Bajo, kita menunggu hasil dari tim Labfor di TKP," tandasnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang di Pasar Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mulai membersihkan puing-puing kebakaran yang terjadi pada Jumat (5/3/2020) lalu.

Pantauan POS-KUPANG.COM, sejumlah pedagang membersihkan lapak atau stand mereka dengan peralatan seadanya.

Nampak juga anak-anak pedagang itu membantu orang tuanya untuk mengangkat seng juga membersihkan sejumlah sampah yang berserakan.

Sementara itu, walau masih terpasang garis polisi, warga lainnya juga terlihat tengah mencari besi maupun aluminium di balik tumpukan seng di lapak yang telah terbakar.

Besi dan aluminium yang dikumpulkan selanjutnya akan dijual kepada pengepul yang ada di daerah itu.

Seorang pedagang, Maria Fatima (40) mengatakan, kegiatan membersihkan lapak telah dilakukan sehari sebelumnya.

Pihaknya belum dapat mengestimasi kerugian yang dialami dari kejadian tersebut.

Namun demikian, Maria Fatima telah memasukan identitas diri berupa fotocopy KTP dan kartu keluarga untuk pendataan oleh pemerintah.

Pihaknya berharap kepada pemerintah agar segera memberikan bantuan bagi pedagang korban kebakaran.

"Harapan kedepannya mudah-mudahan ada bantuan dari bapak bupati untuk kami orang miskin," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Lembor, Pius Baut mengatakan, pasca kejadian telah dilakukan pendataan pedagang.

Dijelaskannya, sebanyak 229 stand terbakar dan 3 stand lainnya terpaksa dirobohkan saat kejadian untuk memutuskan kobaran api membakar stand lainnya.

"Jadi total stand ada 232 stand," katanya.

Pendataan dilakukan demi mendapatkan informasi dan data pasti terkait jumlah pedagang yang menjadi korban.

Sebab, lanjut dia, terdapat beberapa stand yang dimiliki oleh satu orang pedagang dan praktik penyewaan stand dari pemilik stand ke pihak lain.

"Jadi ada juga sewa di atas sewa dari stand itu. Nah, jadi harus cermat, karena yang didata adalah korban. Kami punya tugas bantu mendata. Apa jenis bantuan itu menjadi tugas BPBD Kabupaten Mabar dan Dinas Sosial," ungkapnya.

Sementara itu, dalam pendataan kali ini, akan dimasukkan juga data 7 pedagang yang menjadi korban kebakaran di pasar itu pada Jumat (5/1/2021) lalu.

Baca juga: Golkar Lembata Kirim 10 Nominator Video Terbaik Ke Tingkat Provinsi

Karena, lanjut Pius, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah kepada 7 pedagang tersebut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved