Berita NTT Terkini

Lawan KLB Moeldoko, Demokrat NTT Serahkan Dokumen AD/ART ke KPUD dan Bawaslu

Lawan KLB Moeldoko, Partai Demokrat NTT serahkan dokumen AD/ART ke KPUD dan Bawaslu

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Lawan KLB Moeldoko, Demokrat NTT Serahkan Dokumen AD/ART ke KPUD dan Bawaslu
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Wakil Ketua 4 DPD Demokrat NTT, Stefanus Mira Mangngi saat menyerahkan dokumen AD/ART Demokrat ke KPUD NTT

Lawan KLB Moeldoko, Partai Demokrat NTT serahkan dokumen AD/ART ke KPUD dan Bawaslu

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTT mendatangi Komisi Pemilihan Umum Daerah ( KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) NTT, Selasa (9/3/2021).

Kunjungan tersebut guna menyampaikan hasil kongres ke V partai Demokrat yang dilaksanakan pada bulan Maret 2020 di Jakarta dengan terpilihnya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2020-2025.

"Kita tahu bersama beberapa waktu lalu, telah terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang. Karena adanya KLB yang kami katakan itu adalah KLB abal-abal, maka Demokrat NTT mendatangi mitra terdekat partai yakni Kantor wilayah Kemenkumham Nusa Tenggara Timur, serta KPU dan Bawaslu untuk melakukan koordinasi," ujar Wakil Ketua 4 DPD Demokrat NTT, Stefanus Mira Mangngi didampingi Direktur Eksekutif, Sulastini Mooy kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: NIAT dan Doa Buka Puasa Ramadhan 1442 H, Jelang Awal Ramadhan 2021 pada 13 April 2021

Menurut Stef, kepengurusan Demokrat yang sah ada dibawah kepemimpinan AHY.

"Pak AHY sudah terpilih secara aklamasi sebagai ketua Umum. Periode periode 2020-2025. Kedatangan kami ke sini untuk menyerahkan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ad/ART) dinbawah kepemimpinan pak AHY," katanya.

Ia menjelaskan adanya perubahan kepengurusan di tingkat DPP dan seluruh hasil kongres V telah mendapat pengesahan oleh Menteri Hukum.]

Baca juga: Profesi Ibunda Felicia Tissue, Masuk Geng Sosialitas hingga Pengusaha Terpandang di Singapura

Sikap Demokrat dibawah kepemimpinan AHY, kata dia, tidak mengakui penyelenggaraan KLB dan seluruh prodak hasil KLB tidak sesuai dengan AD/ART Demokrat dan peraturan perundangan.

Sebagai pengurus partai Demokrat yang sah di bawah kepemimpinan AHY, ia memohon kepada KPU dan Bawaslu NTT sebagai mitra terdekat partai politik agar tidak menerima atau mengakomodir kepengurusan dan kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan Demokrat di luar dari kepengurusan kepemimpinan AHY di tingkat nasional dan Jefri Riwu Kore di tingkat daerah atau provinsi NTT.

Mewakili KPUD NTT, Yosafat Koli dan beberapa anggota KPU yang menerima kunjungan pengrus DPD NTT mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh pengurus DPD Demokrat NTT. KPU siap berkoordinasi dan dengan pengurus DPD Demokrat NTT jika ada hal-hal di luar dari kepengurusan yang sah menurut hukum dan silon pemilu.

Seusai melakukan kunjungan ke KPU, para pengurus DPD Demokrat NTT melanjutkan kunjungan ke Bawaslu NTT untuk melakukan koordinasi dan konsultasi lebih lanjut.

Para pengurus Demokrat NTT juga menyerahkan Dokumen AD/ART Demokrat dan surat Keputusan kepengurusan yang sah dibahwa kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved