Liga Champions
Juventus (1) vs (2) Porto: Kesempatan Terakhir Ronaldo
SELAMA 69 menit duduk di bangku cadangan saat Juventus mengalahkan Lazio 2-1 di Turin (6/3), Cristiano Ronaldo merefleksi diri
POS-KUPANG.COM - SELAMA 69 menit duduk di bangku cadangan saat Juventus mengalahkan Lazio 2-1 di Turin (6/3), Cristiano Ronaldo punya banyak kesempatan untuk merefleksi diri.
Di antaranya mungkin menyangkut masa depannya bersama Juventus yang akan kadaluwarsa akhir Juni tahun depan. Akhir pekan lalu itu, manajer Andrea Pirlo sengaja menyimpannya di bangku cadangan agar CR7 bisa meledakkan seluruh kemampuannya untuk duel kontra FC Porto dalam leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Rabu (10/3) dini hari nanti.
• Peringatan Hari Perempuan Internasional: Ansy Minta Pemda Perkuat Kebijakan
Bianconeri wajib menang di laga ini setelah kalah 1-2 dalam leg pertama di Stadion Do Dragao, Porto (17/2) lalu. Ketika itu, tuan rumah Porto menang berkat gol Mehdi Taremi menit ke-2, dan Moussa Marega menit 46. Juventus memperkecil ketinggalan lewat gol Federico Chiesa di menit 62.
Pirlo pun menatap duel leg kedua ini dengan persiapan khusus. Mengistirahatkan Ronaldo menjadi bagian dari rencananya untuk bisa memukul balik Porto di leg kedua.
Cukup satu gol dari sang topskor Liga Champions sepanjang masa itu, ditambah gawang Wojciech Szczesn tak kebobolan, maka Juve pun akan melenggang ke babak perempatfinal.
Pirlo mafhum, jika dirinya gagal meloloskan Juventus, bukan tak mungkin nasibnya akan berakhir seperti dua pendahulunya, yang ditendang gara-gara terjungkal di Liga Champions.
Musim 2018-19, langkah Juventus terhenti di perempatfinal setelah disingkirkan Ajax Amsterdam dengan agregat 3-2. Tak lama setelahnya, pelatih Massimiliano Allegri pun dilengserkan.
Musim berikutnya, 2019-20, langkah tim Nyonya Tua terhenti di tangga 16 besar setelah imbang 2-2 secara agregat kontra Lyon, dan kalah karena gol tandang lawan. Tak menunggu lama, Maurizio Sarri pun dipecat.
Keduanya dipecat dengan alasan kurang lebih sama: gagal mempersembahkan trofi Liga Champions. Padahal, demi mendapatkan kembali trofi kuping lebar yang belum pernah diangkat sejak 1996, mereka merogoh kocek senilai Rp 1,7 triliun untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo.
Saat melawan Ajax dua musim lalu, Ronaldo mencetak satu gol. CR 7 juga mencetak dua gol saat lawan Lyon. Namun itu tak cukup untuk meloloskan Bianconeri.
Dini hari nanti, Ronaldo tak boleh gagal lagi. Mengingat usianya yang sudah 36 tahun, bisa jadi Liga Champions musim ini adalah tarian terakhirnya.
Dan Juve adalah kendaraan terbaiknya untuk meraih trofi Liga Champions keenam, yang berpotensi jadi trofi Ballon d'Or keenam kalinya, untuk menyamai pencapaian rival abadinya, Lionel Messi.
Di sisi lain, hasil akhir Liga Champions ini bisa jadi pula akan menentukan masa depan CR7 yang kontraknya berakhir Juni tahun depan.
Ada isu, seperti dikutip dari situs quotidiano, kubu Juventus sudah mulai melirik dua mesin gol lain: Sergio Aguero, atau Mauro Icardi untuk mewujudkan ambisi trofi Liga Champions, jika musim ini gagal. Dan itu artinya Ronaldo bakal dilempar.
Tapi Ronaldo adalah sebuah jaminan mutu. Julukannya sebagai 'Mr Champions League' karena telah mencetak 134 gol di kompetisi elite, membuat tim yang dibelanya selalu jadi lebih percaya diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/cristiano-ronaldo_0009.jpg)