Bupati Ini Tak Rela Partai Demokrat Diobrak-abrik, Nekat Keluarkan Ancaman Santet Kepada Sosok Ini
Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya nekat mengeluarkan ancaman santet kepada Moeldoko yang mengobrak-abrik Partai Demokrat.
Iti sebelumnya merupakan anggota DPR-RI.
Ia berangkat dari daerah pemilihan DPR Banten I.
Sebagai wakil lrakyat, Iti bertugas di Komisi XI dan Badan Anggaran.
Sebelumnya Iti merupakan salah satu anggota Partai Demokrat dengan nomor anggota A – 457.
Moeldoko Diminta Mundur dari KSP
Keterlibatan Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam kisruh partai Demokrat mendapat kecaman relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer atau Noel menilai keterlibatan Moeldoko akan ikut menyeret nama Jokowi dan berdampak buruk pada istana.
"Mau tidak mau, pasti akan berdampak pada Jokowi, karena posisi Moledoko Kepala Staf Presiden (KSP)," kata Noel, Senin, (8/3/2021).
Menurut dia agar Presiden Jokowi tidak terus terseret pada masalah Partai Demokrat, maka seharusnya, Moeldoko mundur dari jabatan KSP.
Noel mengatakan tidak ada cara lain lagi selain mundur karena Moeldoko sudah didapuk sebagai Ketum Demokrat Versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar oleh kader yang kontra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Narasi tuduhan bahwa Jokowi terlibat di KLB Demokrat akan semakin liar jika Moeldoko tetap di Istana. Sementara Presiden Jokowi sendiri tentunya akan penuh pertimbangan untuk memberhentikan," kata Noel.
Menurut Noel, posisi Jokowi saat ini dilematis. Presiden tidak ingin memihak salah satu kelompok yang bertikai, baik kubu SBY atau Moeldoko.
Oleh karena itu, Moeldoko harus berjiwa ksatria untuk menjaga agar Presiden tetap fokus menjalankan pemerintahannya dengan mundur dari jabatan KSP.
"Kalau memberhentikan Moeldoko nantinya SBY merasa girang dan menang secara politik maka pilihanya adalah harus berpihak pada pilihan yg sangat demokratis yaitu membiarkan persoalan internal demokrat bisa di selesaikan di internal demokrat itu sendiri," katanya.
Noel juga meminta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak membuat narasi seakan-akan pihak istana mendzolimi Demokrat. Sebaiknya kata dia, SBY fokus pada konsolidasi partai yang saat ini sedang kisruh.
"Konflik demokrat seperti besok sudah mau pilpres aja," pungkasnya.