Parodi Situasi
Parodi Situasi Minggu 7 Maret 2021: KLB Vaksin
Mari membaca dan simak Parodi Situasi edisi Minggu 7 Maret 2021: KLB Vaksin
Mari membaca Parodi Situasi edisi Minggu 7 Maret 2021: KLB Vaksin
POS-KUPANG.COM - "Kapan saya divaksin?"
"Tunggu saja! Kamu juga mesti tanya diri kamu itu siapa?"
"Jadi begitu kah?"
"Ya, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM bahkan sudah keluarkan surat
persetujuan untuk penggunaan vaksin sinovac dalam kondisi darurat. Juga tersiar kabar lembaga
penting terkait juga sudah keluarkan surat persetujuan. Sekian juta doses vaksin sudah tiba di
Indonesia. Tunggu saja giliran kamu kapan!"
"Waduh! Kapan? Bukankah sekarang situasi KLB?"
***
"Kongres Luar Biasa maksudmu?" tanya Jaki dengan tidak puas. "Itu urusan parpol
bukan urusan kita. Urusan kita itu KLB alias Kasus Luar Biasa! Bukan KLB yang lagi heboh
saat ini."
• Salshabilla Adriani: Terjebak Cinlok
"Kenapa bisa ada KLB parpol e?"
"Bukan urusan kita," Nona Mia ikut bicara. "Urusan internal partai. Pasti mereka dapat
mengatasinya dengan cara-cara tersendiri. Biar saja! ini namanya dinamika politik yang tidak
bisa dibaca secara hitam putih."
"Maksudnya?" tanya Jaki dengan wajah masam.
"Dalam politik yang A belum tentu A yang B belum tentu B. Dalam politik itu berlaku
pepatah pukul tiang kena tembok. Dalam politik tidak ada yang dapat dibaca lurus. Politik itu
berliku-liku jalannya. Sudah berliku-liku, belum tentu juga sampai ke tujuan yang dikehendaki.
Tujuan yang akan dicapai dalam KLB politik itu bisa lain sama sekali. Kawan bisa jadi lawan.
Lawan bisa jadi teman karib. Di akar rumput bisa baku hantam di atas meja bisa silahturahmi
dengan sangat manis. Di meja silahturami bisa baku tendang di akar rumput bisa terjadi peluk-
pelukkan," kata Nona Mia.
• Mengenang Janji Victory-Jos, Pemprov NTT Diminta Terapkan Skala Prioritas Pembangunan Infrastruktur
"Jadi KLB yang ada sekarang kemana arahnya? Nasib Benza di partai bagaimana?"
"Bukan urusan kita. Biar saja Benza berkiprah. Kita tahu sama-sama bahwa Benza sudah
makan garam dalam politik. Jadi jangan dipikirkan," kata Nona Mia. "Waktu berlalu.dan
semuanya akan terjawab bersama berlalunya waktu. Yang pasti tidak penting untuk kita bertiga."
"Ooooh begitu kah?"
"Yang penting bagai kita sekarang ini adalah KLB vaksin!"
***
"Itu sudah KLB vaksin!" Jaki langsung berdiri. "Kapan kita divaksin?" tanyanya dengan
sungguh-sungguh. "Nona Mia saya takut sekali. Tiap hari di kampung kita ini selalu ada yang
meninggal karena covid. Kasus positif bertambah-tambah terus dan akan masuk ke angka
sepuluh ribu. Keadaan kita yang tadinya ada dalam urutan akhir, kini sudah berada di atas NTB.
Aduh, bagaimana ini!"
"Jangan takut. Covid tidak akan berani sama kita," sambung Rara dengan entengnya.
"Saya takut sekali," Jaki menggigil. Maklumlah! Sudah melewati vaksin covid tahap
kedua untuk sebagian besar tenaga kesehatan di seluruh tanah air. Para dosen, guru, pegawai
pemerintahan lainnya, para wartawan, pelaku usaha di bidang yang berhubungan langsung
dengan banyak orang, sudah mendaftarkan diri, dan sedang menunggu vaksin tahap pertama.
Bahkan di beberapa daerah manula dan masyarakat umum sudah mulai divaksin. Tidak heran
jika Jaki bertanya kapan dia divaksin?
"Tunggu saja," jawab Nona Mia dengan tenang. "Semua kita juga tunggu vaksin.
Bukankah janji pemerintah bulan Agustus 2021 nanti lebih dari separuh masyarakat Indonesia
sudah divaksin?"
"Tetapi saya maunya sekarang," bentak Jaki. "Saya tidak mau diserang covid!"
***
Nona Mia dan Rara terdiam gara-gara Jaki membentak dengan suara lumayan kasar.
Rupanya Jaki tidak sabar dan ingin divaksin saat ini juga supaya bebas covid dan bisa keluyuran
kemana saja sesuka hatinya.
Dia lupa bahwa vaksin atau pun tidak vaksin, segera dapat giliran
atau masih menunggu dengan tidak pasti, protokol kesehatan dengan kepatuhan memakai
masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan tetap harus dijaga ketat. Dia
juga lupa bahwa orang yang sudah divaksin bisa kena serangan covid jika tidak patuh.
"Apakah karena Benza itu orang penting di pemerintahan jadi hanya dia saja yang
divaksin?" tanya Jaki lagi. "Rara perlu saya juga perlu walaupun kami dua ini hanya orang
biasa."
"Betul Jaki!" Rara segera kena pengaruh. "Bagaimana kalau kita demo turunkan Benza
dari jabatannya. Kita lakukan KLB vaksin khusus untuk turunkan Benza. Memangnya ada hebat
apa itu Benza?"