Breaking News

Berita NTT Terkini

Mengenang Janji Victory-Jos, Pemprov NTT Diminta Terapkan Skala Prioritas Pembangunan Infrastruktur

Mengenang Janji Victory-Jos, Pemprov NTT diminta terapkan skala prioritas pembangunan infrastruktur

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Mengenang Janji Victory-Jos, Pemprov NTT Diminta Terapkan Skala Prioritas Pembangunan Infrastruktur
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Praktisi dan pemerhati pembangunan infrastruktur, Dr. Ir. Andre W Koreh, MT

Mengenang Janji Victory-Jos, Pemprov NTT diminta terapkan skala prioritas pembangunan infrastruktur

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, akan memasuki tiga tahun memimpin provinsi yang berbasis kepulauan itu, 5 September 2021 mendatang.

Dalam pidato perdananya saat rapat paripurna istimewa DPRD NTT, 10 September 2018 lalu, Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut sejumlah program yang bakal diusungnya selama memimpin Provinsi NTT lima tahun ke depan, yakni, pariwisata, kesejahteraan rakyat, sumber daya manusia, infrastruktur dan reformasi birokrasi.

Kadis P dan K NTT, Drs. Linus Lusi, Mpd: Sekolah Penggerak Tak Kenal Sekolah Unggulan

Pasangan dengan tagline Victory-Jos ini bertekad menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan dalam waktu tiga tahun jika dipercaya memimpin daerah itu lima tahun ke depan. Meski demikian, infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa wilayah di NTT hingga kini masih jauh dari harapan.

Menanggapi itu, praktisi dan pemerhati pembangunan infrastruktur, Dr. Ir. Andre W Koreh, MT mengatakan, hal yang harus dilakukan yakni perlu kajian mendalam dan detail dari pengambil kebijakan.

Hal itu mulai dari pemilihan kebijakan, pengaturan perencanaan hingga bagaimana memilah infrastrukur yang merupakan kebutuhan dan mana infrastruktur yang hanya menjadi keinginan. Untuk itu, skala prioritas wajib dijalankan.

Masyarakat Terdampak Covid-19 di TTU Tersenyum Bahagia Menerima Bantuan dari Kodim 1618/TTU

"Tidak bisa dipukul rata bahwa semua harus dibangun dan diselesaikan sekaligus. Untuk memenuhi semua kebutuhan infrastruktur tentunya membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Sementara anggaran yang tersedia terbatas. Disitu tantangannya. Kita kadang terpaksa membangun untuk hal yang tidak kita butuhkan," ujar mantan Kadis PUPR NTT ini kepada wartawan, Minggu (7/3/2021).

Ia mengatakan, setelah bisa memilih mana yang kita butuhkan dan mana yang hanya keinginan, maka aspek pelaksanaan menjadi simpul penting lainnya.

Karena menurut dia, pelaksanaan pembangunan seringkali mengabaikan aspek keteknikan hingga berdampak pada penggunaan. Bahkan, proses pembangunan kadang bisa lebih lama dari menggunakannya.

"Sering terjadi kerusakan dini bahkan terjadi kegagalan konstruksi yang justru membutuhkan pembiayaan yang besar untuk perbaikan," katanya.

Ia menambahkan, aspek pemanfaatan juga menjadi faktor dominan lain yang kadang terabaikan. Sudah terbangun dengan biaya besar, tapi tidak digunakan maksimal sesuai rencana peruntukan. Sehingga, lanjut dia, target awal untuk apa bangunan itu dikerjakan seringkali tidak tercapai. Maka terjadilah inefisiensi.

Begitu juga soal pemeliharaan pasca konstruksi. Karena tidak ada pembiayaan untuk memelihara, maka umur rencana yang sudah ditentukan, sering tidak tercapai yang akhirnya harus membangun lagi dari awal dengan biaya yang tentunya tidak murah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved