Breaking News:

Berita NTT Terkini

Bupati Ngada: Butuh Keterlibatan Seluruh Komponen untuk Perangi Stunting

Bupati Ngada, Paru Andreas menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang berkaitan dengan kualitas SDM

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Ngada Andreas Paru saat membuka rapat evaluasi stunting dan konvergensi rencana aksi penanganan stunting tahun 2021 di Hotel Edelweis Bajawa, Kamis (4/3/2021). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Bupati Ngada, Paru Andreas menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang berkaitan dengan kualitas SDM. Untuk itu, butuh keterlibatan semua pihak untuk memeranginya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Ngada saat membuka rapat evaluasi stunting dan konvergensi rencana aksi penanganan stunting tahun 2021 di Hotel Edelweis Bajawa, Kamis (4/3/2021).

Menurut Bupati Andreas, data menunjukkan bahwa persoalan stunting di Indonesia boleh dikatakan cukup besar dan apabila terus dibiarkan pada suatu saat akan menimbulkan masalah besar. Persoalan besar itu sangat erat kaitannya dengan kualitas SDM.

Jalan Rusak Parah, Warga Wangkal, Manggarai Gotong Ibu Hamil Menuju Puskesmas Kajong

Penyebab stunting salah satu adalah gizi buruk sejak anak berada dalam kandungan ibu dan pada akhirnya berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya.

"Ini mesti dicegah sedini mungkin dengan keterlibatan semua komponen sebagai kekuatan utama dalam menekan angka stunting," ujarnya.

Andi Arief Bongkar Rencana KLB Demokrat di Deli Sergang Tanpa Restu SBY Moeldoko Akan Hadir, SERIUS?

Menurutnya, Puskesmas, Dinas kesehatan sebagai leading sector bersama Perangkat Daerah lain harus benar-benar melakukan aksi nyata tidak sebatas berteori untuk mencegah stunting, tegasnya.

Dikatakan Bupati Andreas, bersama Wakil Bupati Raymundus Bena mereka telah menetapkan program strategis yakni Tante Nela Paris. Program ini katanya juga menjadi jawaban dalam kaitan dengan ketersedian gizi melalui pemberdayaan petani, peternak dan nelayan.

"Semuanya bermuara pada 3T yakni Tuku, Teka dan Tuka yang berkaitan erat dengan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan," ungkapnya.

Dalam arahan singkatnya, Bupati Andreas juga mengajak PKK menjadi agen dalam upaya memerangi stunting melalui 10 program pokok PKK. Meskipun secara data kondisi stunting di Ngada cukup mengembirakan.

"Tetapi upaya pencegahan sedini mungkin harus terus dilakukan terutama penanganan gizi yang baik bagi ibu dan anak sejak dalam kandungan," ujarnya.

Secara khusus dalam arahannya, Bupati Andreas meminta kepada para Kepala Puskesmas dan jajaran di Kecamatan dan Desa untuk terus bekerja dalam penanganan covid 19 di wilayah masing-masing.

Penanganan dan pencegahan covid harus juga dilakukan mulai dari tingkat RT dan RW. Kegiatan nyata yang harus terus dilakukan adalah menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

"Dan yang paling penting juga edukasi dan sosialisasi yang benar kepada masyarakat, sehingga ada pemahaman yang benar di masyarakat," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved