Kisruh Partai Demokrat
Namanya Disebut Gantikan AHY,Ridwan Kamil Rugi Terlibat Konflik Demokrat,Pengamat: Buang-buang Waktu
Namanya Disebut Gantikan AHY,Ridwan Kamil Rugi Terlibat Konflik Demokrat,Pengamat: Buang-buang Waktu
Lebih lanjut, Muradi menganggap adalah hal wajar jika ada partai tertarik pada Ridwan Kamil.
Terlebih saat ini sejumlah partai mulai kehilangan figur untuk bertarung pada Pilpres 2024.
Muradi pun mengatakan bahwa dalam pemilu mendatang, partai butuh figur.
"Dalam praktik elektoral itu butuh figur. Mungkin model Pak SBY, Pak Amien Rais, Bu Mega momentumnya sudah habis."
Ridwan Kamil dan AHY (KOMPAS.com Muhamad Syahri Romdhon / TRIBUNNEWS.com Irwan Rismawan)
"Jadi butuh darah segar yang punya elektoral tinggi yang bisa meningkatkan kapasitas kader dan sebagainya," jelasnya.
"Wajar saja dan Kang Emil punya peluang itu (masuk Demokrat) dan sama seperti peluang dia memimpin partai di Golkar."
"Oke saja karena partai yang siap secara regenerasi maksimal sampai 2022, maka dia akan mampu kompetitif di 2024," imbuhnya.
Meski begitu, Muradi menyarankan agar Ridwan Kamil tak terburu-buru masuk partai.
Ia menilai jika Ridwan Kamil fokus pada tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat, akan memiliki efek elektoral yang baik.
"Santai saja, menjadi anggota atau pengurus partai adalah last option."
"Kalaupun menarik, pertimbangannya harus belakangan, terakhir sekali," tandasnya.
Kata Andi Mallarangeng
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang juga politikus Partai Demokrat. (KOMPAS.com/Icha Rastika)