Walikota Kupang Hadiri Pencanangan Vaksin bagi Lansia, Kegiatan Berjalan Lancar
pemkot akan menambah 50-60 kamar untuk menunjang fasilitas isolasi bagi pasien covid-19 di rumah sakit tersebut.
Walikota Kupang Hadiri Penacangan Vaksin bagi Lansia, Kegiatan Berjalan Lancar
POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Wali kota Kupang, Jefri Riwu Kore, menghadiri acara pencanangan vaksin bagi lansia dan pejabat publik di wilayah kota Kupang. Kegiatan ini di laksanakan di halaman rumah sakit SK Lerik, kota kuoang, Rabu (3/3/21) sekira pukul 10.00 WITA.
Kegiatan vaksinasi pada hari ini, diketahui menargetkan sebanyak 100 orang sebagai penerima, namun hingga pukul 12.00 WITA, informasi yang di himpun POS-KUPANG.COM dari petugas pendataan, disebutkan baru sebanyak 38 orang melakukan pendaftaran sebagi penerima vaksin.
Dalam keterangannya usai memantau jalannya vaksin, Jefri mengungkapkan akan memperbaiki fasilitas kesehatan di rumah sakit SK Lerik sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien covid-19.
Jefri menerangkan, pemkot akan menambah 50-60 kamar untuk menunjang fasilitas isolasi bagi pasien covid-19 di rumah sakit tersebut.
"Termaksud kamar yang lama. Dengan adanya dana refoucsing, kita benahi semua itu. Kita mau bikin tempat ini terbaik"
Jefri menargetkan, dalam waktu dua Minggu kedepan dirinya akan mengupayakan untuk membenahi fasilitas kesehatan di RS S.K Lerik, termaksud mendatangkan dokter spesialis.
Sementara itu, salah seorang lansia warga kota Kupang, yang juga penerima vaksin, Apolos (64) mengatakan, dirinya sejak dari rumah telah siap untuk menerima vaksin.
Apolos juga mengungkapkan, sebelum di lakukan penyuntikan vaksin, dirinya melakukan pendaftaran di meja pertama oleh petugas, selanjutnya di lakukan verifikasi data dan ditanyakan terkait dengan beberapa pertanyaan seputar kondisi tubuh.
Pada meja ketiga, ia menerima vaksin dan setelah itu menuju meja keempat untuk di lakukan pendataan atau obesrvasi. Dirinya kemudian di arahkan untuk beristirahat selama kurang lebih 30 menit sambil menikmati snack yang di bagikan petugas agar mengetahui reaksi vaksin usai di suntikan.
"Saya tidak merasakan apa-apa setelah di suntik. Kita lansia sebaiknya membuat contoh kepada generasi muda. Tujuan pemerintah ini agar Indonesia sehat" ujar Apolos kepada wartawan, Rabu (3/3/21).
Ia juga menyarankan agar para warga, terutama lansia untuk tidak takut menerima vaksin ini. Dia beralasan, vaksin ini dapat membantu menambah kekebalan tubuh tiap penerima vaksin.
Lansia lainnya, Nyoman Widarni, menyampaikan, persoalan ketakutan menerima vaksin merupakan hal manusiawi, karena menurutnya vaksin ini merupakan kebutuhan.
Ia mengulas, sejak manusia masih bayi telah di lakukan proses vaksin, sehingga proses vaksin dalam masa covid-19 ini merupakan sesuatu yang wajar di lakukan, terutama ini juga merupakan kebijakan dari pemerintah agar masyarakatnya dapat hidup sehat.
Nyoman mengaku, sebelum di vaksin, dirinya merasakan hal yang biasa namun usai di vaksin ia sempat mengalami pusing hampir 10 menit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/lansia-penerima-vaksin-dan-juga-walikota-kupang-jefri-riwu-kore.jpg)