Breaking News:

Pemprov NTT Terkait Perpres 10/2021 : Moke dan Sopi Diberi Martabat Ekonomi Layaknya Wine dan Sake  

salah satunya mengatur soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu termasuk minuman keras (miras) 

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Sophia, Sopi tradisional khas NTT 

Pemprov NTT Terkait Perpres 10/2021 : Moke dan Sopi Diberi Martabat Ekonomi Layaknya Wine dan Sake  

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut baik diterbitkannya Peraturan Presiden nomor 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Perpres yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada 2 Februari 2021 dan diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly itu salah satunya mengatur soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu termasuk minuman keras (miras) 

Bidang usaha yang diatur yakni industri minuman keras mengandung alkohol, industri minuman mengandung alkohol (anggur), industri minuman mengandung malt, perdagangan eceran minuman keras atau alkohol dan perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau alkohol.

Dalam Perpres tersebut, diatur pula hanya daerah tertentu yang boleh mengadakan bidang usaha miras ini yakni Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melalui  Karo Humas Setda NTT, Ardu Jelamu Marius menyebut bahwa terbitnya Perpres tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan komoditas lokal yang mengandung alkohol yang merupakan minuman tradisi (budaya) sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. 

"Ini bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan komoditas lokal, karena ini minuman budaya yang juga menggerakkan roda ekonomi," ujar Ardu Jelamu saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Minggu (28/2) sore.

Ardu Jelamu menyebut, Peraturan Presiden tersebut turut mengatur juga pengendalian minuman beralkohol itu. "Walaupun ada peraturan presiden tetapi tidak berarti masyarakat konsumsi sembarangan," tegas dia. 

Provinsi NTT sendiri merupakan salah satu provinsi yang kental dengan penggunaan minuman keras tradisional dalam berbagai seremonial dan ritual adat. Dari sejarahnya, berbagai usaha produksi minuman keras tradisional seperti moke (arak) di wilayah Flores atau Sopi di wilayah Daratan Timor Sumba dan Rote serta Sabu telah memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. 

"Dengan aturan ini maka arak sebagai komoditas ekonomi akan berkembang dengan baik. Sejarah membuktikan banyak keluarga bisa menyekolahkan anaknya dari usaha ini," ujar Ardu Jelamu. 

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved