Bupati Manggarai Barat Pakai Tongkat Komando, Pakar: Tidak Ada Aturan

Hari pertama berkantor Bupati Manggarai Barat pakai Tongkat Komando, Pakar: tidak ada aturan

Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Screenshot video sidak Bupati Manggarai Barat di halaman facebook protokol dan komunikasi pimpinan Manggarai Bara 

Hari pertama berkantor Bupati Manggarai Barat pakai Tongkat Komando, Pakar: tidak ada aturan

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Bupati Manggarai Barat, Edi Endi terlihat menggunakan Tongkat Komando saat hari pertama berkantor, Senin (1/3/2021).

Video penggunaan tongkat komando itu nampak jelas ditayangan halaman facebook protokol dan komunikasi pimpinan Manggarai Barat. Dalam video itu, bupati didampingi Plh. Sekretaris Manggarai Barat Ismail Surdi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Pesan Terakhir Almarhum Andreas Manuk: Harus Saling Mengasihi

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Manggarai Barat,  Ryan Gampar yang dikonfirmasi wartawan, Senin (1/3/2021) membenarkan penggunaan tongkat komandan oleh Edi Endi.

Ia mengaku bupati Manggarai Barat diperbolehkan untuk menggunakan tongkat komando. Ia beralasan jabatan bupati setara dengan jenderal bintang satu.

"Bupati boleh karena setara dengan bintang satu," kata Ryan.

DPO Kasus Penipuan Rp 14 Miliar Ditangkap di Alor 

Ketika ditanya terkait regulasi yang mengatur penggunaan tongkat oleh kepala daerah, Ryan mengatakan masih mencari aturan itu.

"Ini saya masih cek. maaf kami masih rapat perdana. Kita sama-sama cek ya," katanya.

Sementara itu, pakar hukum tata negara, Dr. John Tuba Helan mengatakan, sudah tidak ada aturan di pemerintahan sipil mengunakan tongkat komando. Tongkat hanya digunakan dikalangan militer dan kepolisian.

"Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah tidak mengatur tentang itu, karena memang tidak cocok digunakan dikalangan sipil," ujarnya kepada wartawan, Senin (1/3/2021). 

Menurut dia, Indonesia sudah memasuki era demokrasi dan sudah meninggalkan pemerintahan otoriter, sehingga penggunaan tongkat komando tidak dibenarkan.

"Sudah tidak zamannya lagi. Kita sudah tinggalkan pemerintahan otoriter, maka jangan kembali lagi ke sistem yang buruk. Pemimpin dan yang dipimpin menjalin hubungan kekuasaan berdasarkan kesadaran, bukan komando," tandasnya. 

Informasi yang dihimpun wartawan Wikipedia, penggunaan tongkat komando hanya digunakan oleh Kapolres/Dandim, Komandan Skadron pendidikan, Komamdan Skadron udara, Komandan Pusdik, Komandan Lanal, Komandan Satuan Radar, Komandan Batalyon, Komandan Brigif, Komandan Brimob, Komandan Lanud, Komandan Lantamal, Kapolda/Pangdam, Gubernur Akpol, Gubernur Akmil, Panglima Kostrad,Komandan Corps Marinir, Komandan Paskhas, Panglima Armada, Komandan Jendral Kopasus, KSAD/KSAL/KSAU dan Kapolri/Panglima TNI. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved