Breaking News:

Berita NTT Terkini

Aktivis HMI Tolak Perpres Soal Investasi Minuman Beralkohol

Aktivis HMI tolak Perpres soal investasi Minuman Beralkohol di empat provinsi

Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Ibnu Tokan, Aktivis dan Ketua umum HMI cabang Kupang. 

Aktivis HMI tolak Perpres soal investasi Minuman Beralkohol di empat provinsi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Presiden Joko Widodo mengatur perizinan investasi untuk industri minuman keras ( miras) atau Minuman Beralkohol untuk empat provinsi. Keempat Provinsi itu diantaranya Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua.

Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 02 Februari 2021 lalu.

Pakar Epidemiologi Nilai Angka Penurunan Covid-19 di NTT Belum Bisa Dipastikan

Tidak hanya mengatur soal investasi ke industri miras, presiden Jokowi juga memberi restu investasi bagi perdagangan eceran miras atau beralkohol masuk daftar bidang usaha yang diperbolehkan dengan syarat tertentu.

Sejalan dengan peraturan diatas, Wakil gubernur NTT Josef A. Nae Soi, juga menyambut dengan gembira perpres tersebut yang diklaim Nae Soi, hal itu sejalan dengan budaya dan kultur masyarakat NTT yang identik dengan minuman beralkohol.

Ini yang Menjadi Fokus Perhatian Bupati Herybertus Nabit dan Wabup Heribertus Ngabut

Menanggapai pernyataan diatas, Ibnu Tokan yang juga Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang mengatakan penolakannya atas peraturan ini.

"Investasi dalam bentuk apapun harus memperhatikan sisi kemudharatan dan kemanfaatan. Ijin investasi miras ini lebih banyak mudharat bagi generasi muda yang berdampak pada konflik sosial skala besar" ujarnya kepada POS-KUPANG.COM, Senin (1/3).

Ibnu menjelaskan, rendahnya kualitas pendidikan, kurang meratanya listrik, kualitas kesehatan yang rendah serta rendahnya perekonomian di NTT harusnya menjadi titik fokus Pemprov yang menjadi skala prioritas untuk diselesaikan bukan dengan ekspresi gembira menerima investasi miras.

Bahaya alkohol bagi kesehatan sangat beragam. Mulai dari masalah gangguan kejiwaan hingga berbagai kerusakan organ internal tubuh, seperti, hati, jantung, pankreas, dan sistem pencernaan dapat terjadi.

Ia menilai pemerintah seharusnya membatalkan investasi miras. Kalim apapun yang digunakan untuk merasionalkan investasi miras, tetap saja akan berdampak buruk terhadap kualitas sumber daya manusia.

Kasus-kasus kenakalan remaja dan konflik-konflik sosial yang berujung pada kematian kebanyakan sebabkan karena mengkonsumsi minuman keras yang berlebihan, pungkasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved