Breaking News:

Ruas Jalan Provinsi Halilulik-Malaka Semakin Rusak Berat

ampai air kembali surut untuk bisa menyeberang ke Betun ibu kota Malaka dan juga bisa sebaliknya ke Atambua Kabupaten Belu. 

POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Ruas jalan provinsi tepatnya di wilayah Kecamatan Malaka Timur yang rusak berat, Jumat (26/2). 

Ruas Jalan Provinsi Halilulik-Malaka Semakin Rusak Berat

POS-KUPANG.COM I BETUN--Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Halilulik, Kabupaten Belu hingga wilayah Kabupaten Malaka saat ini kondisinya semakin rusak berat.

Ruas jalan yang ada di wilayah Kecamatan Malaka Timur khususnya, terdapat lubang menyerupai kubangan hewan dan beberapa titik bahkan nyaris longsor. Kondisi ini diperparah dengan hujan yang terus terjadi seperti sekarang ini, badan jalan digenangi air hujan dan menyulitkan bagi para pengendara ketika melewati jalur ini. 

Pantauan Pos Kupang, Jumat (26/2), terdapat dua titik yang belum dibangun jembatan sehingga apabila hujan dengan intensitas tinggi maka para pengguna jalan tidak bisa melewatinya.

Para pengendara harus menunggu sampai air kembali surut untuk bisa menyeberang ke Betun ibu kota Malaka dan juga bisa sebaliknya ke Atambua Kabupaten Belu

Ada dua titik anak sungai yang hingga ini belum dibangun  jembatan yakni di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima dan Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur.

Kerusakan jalan provinsi penghubung Kabupaten Malaka dan Belu sudah rusak bertahun-tahun, dan tidak pernah diperhatikan. 

Sebagian besar pengendara mengeluh dengan status jalan ini. Para pengendara yang melewati jalur ini harus membutuhkan 3 hingga 4 jam untuk sampai di Atambua ataupun sebaliknya sampai di Betun. 

Frans Nurak seorang pengguna jalan mengaku, kondisi jalan berlubang dan rusak parah ini sangat mengganggu perjalanan. 

"Kami setengah mati yang punya kendaraan ini kalau melewati jalur ini sampai batas wilayah kabupaten Belu capek juga. Tidak ada jalur alternatif lain. Jalur ini cukup jauh dan hampir semuanya rusak, ada lubang yang sangat dalam, sehingga kendaraan yang rendah selalu nyangkut terus," tandas Frans.

Dirinya pun berharap, kalau bisa pemerintah provinsi dalam tahun 2021 ini memrioritaskan jalan ini. Apalagi Kabupaten Malaka juga merupakan wilayah perbatasan dengan RDTL. 

Selain itu, Gusti Haki, salah seorang sopir angkot mengatakan, pemerintah diharapkan membuka mata juga untuk jalur penghubung dua kabupaten ini. 

"Sebenarnya dari Malaka ke Atambua hanya satu jam saja, tapi karena jalan rusak, kami membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam karena jalan berhenti terus untuk bisa silih lubang, kasihan kami pengendara ini," ungkap Gusty .

Tanggal 10 Maret, Panji Liga 3 El Tari Memorial Cup Tiba di Kabupaten Lembata 

Almarhum Andreas Duli Manuk Dimakamkan di Pekuburan Komak 

Bupati Andreas Paru dan Wabup Raymundus Bena Minta Masyarakat Dukung Tante Nela Paris 

Lanjut Gusty, kalau hujan deras para pengendara harus berhenti dan istirahat di tengah jalan karena kondisi jalan di jalur ini sangat licin dan membahayakan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved