Breaking News:

Opini

Makna 40 Hari Berpuasa bagi Umat Kristiani

Dalam Missale Romanum, istilah 40 disebut Quadragesima. Secara liturgis, istilah ini merujuk pada waktu 40 hari Masa Prapaskah.

Sang Sabda
Ilustrasi berpuasa 

Makna 40 Hari Berpuasa bagi Umat Kristiani

Oleh: RD. Fransiskus Yance Sengga
Pengajar STIPAR Ende

POS-KUPANG.COM - Dalam Missale Romanum, istilah 40 disebut Quadragesima. Secara liturgis, istilah ini merujuk pada waktu 40 hari Masa Prapaskah. Masa ini mengingatkan umat beriman akan 40 hari puasa yang dihidupi Yesus di padang gurun sebelum menjalani misi perutusannya di hadapan publik.

Injil Matius menulis, “Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus” (Mat. 4:1-2).

Secara biblis, angka 40 berkaitan dengan peristiwa-peristiwa iman yang terjadi, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Peristiwa-peristiwa iman ini sekaligus mewakili saat-saat penting dalam ziarah dan pengalaman iman umat akan Allah. Pengalaman-pengalaman ini mengerucut pada sikap penantian, pemurnian diri untuk kembali kepada Tuhan dan kesadaran bahwa Tuhan selalu setia pada janji-janji-Nya.

Perjanjian Lama misalnya menyebut 40 hari air bah meliputi bumi (Kej. 7:4, 12,17), “Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu; Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya; Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi ”).

Selanjutnya, 40 hari yang dilalui Musa di atas Gunung Sinai (Kel. 24:18), “Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya”); 40 puluh tahun perjalanan umat Israel di padang gurun (Amos 2:10), “Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori”).

Masih dalam penuturan yang sama, 40 hari perjalanan Nabi Elia mencapai puncak Gunung Horeb (1 Raj. 19:8),  “Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb”); 40 hari yang dikaruniakan kepada orang-orang Niniwe untuk bertobat setelah kesaksian Nabi Yunus (Yun. 3:4-5), “Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan; Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung”).

Bila dicermati satu demi satu, maka kisah-kisah di atas akan menampilkan dua hal penting ini: pertama, Allah yang Setia akan janji-Nya untuk menyelamatkan dunia sebagaimana dinubuatkan Nabi Yeremia, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer. 29: 11) dan kedua, pembaharuan batin dan pertobatan sebagai bagian dari ungkapan imannya akan Allah di pihak manusia, “Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya” (Yoel 2:12-13).

Lebih jauh, dalam Perjanjian Baru juga terdapat 40 hari sesudah Yesus bangkit, melalui mana, Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk kembali ke Galilea (Mt. 28:10), hingga saat kenaikan-Nya ke Surga (Kis. 1:6-11; Mrk. 16:19; Luk. 24:50-51) dan menjanjikan mereka Roh Kudus (Kis. 1:5,8).

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved