Salam Pos Kupang

Bupati dan Wakil Bupati Covid-19

Hari ini Jumat 26 Februari 2021, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat akan melantik lima pasangan bupati dan wakil bupati terpilih

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Bupati dan Wakil Bupati Covid-19
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Hari ini Jumat 26 Februari 2021, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat akan melantik lima pasangan bupati dan wakil bupati terpilih dari 9 pasangan bupati dan wakil bupati terpilih. Menurut rencana pelantikan akang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Tidak seperti pelantikan-pelantikan kepala daearh sebelumnya yang dihadiri ratusan undangan, pelantikan kali ini undangan yang hadir sangat terbatas karena masih berada di tengah Pandemi Covid-19.

Save the Children-Gugus Tugas Kupang Soroti Kekerasan pada Anak sebagai Masalah Besar

Lima pasangan ini yakni Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Juandi David dan Eusabius Binsasi. Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Sumba Timur Khristofel Praing dan David Melo Wadu, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Manggarai Herybertus Nabit dan Heribertus Ngabut, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Ngada Andreas Paru dan Raymundus Bena. Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Manggarai Barat Edistasius Endi dan Yulianus Weng.

Para pemimpin daerah pilihan masyarakat dalam proses demokrasi langsung di masa pandemic covid ini langsung diberhadapkan dengan sejumlah problem serius yang mungkin saja tidak ada dalam janji-janji indah kampanye mereka.

Awal Tahun, OJK Nilai Profil Risiko Perbankan Terjaga

Badan Pusat Statistik melansir meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia dan NTT khususnya yang menempatkan Provinsi yang dipimpin Gubernur Viktor dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi pada posisi nomor 3 dari belakang.

Kemiskinan di NTT meningkat sebesar 0,31 persen menjadi 21,21 persen dari maret 2020 ke September 2020.

Kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menyebabkan angka kemiskinan meningkat dan juga menyebabkan berbagai tantangan pada sektor-sektor ekonomi utama masyarakat.

Mencermati kondisi ini, maka para pemimpin kabupaten yang baru ini tidak bisa bereforia terlalu lama dengan kemenangan dan kekuasaan barunya. Kekuasaan dan kepercayaan yang diletakkan pada pundak para pemimpin baru ini harus segera digunakan untuk segera mengatasi atau maling mungkin meminimalisir dampak yang lebih parah dari pandemi covid ini.

Kita belajar dari para pemimpin sebelum atau yang lainnya yang baru kaget dengan kondisi Covid-19 yang tidak terantisipasi dengan baik dan berpotensi memberikan dampak buruk yang lebih besar.

Para pemimpin baru bersama birokrasi pmerintahan dan masyarakat di wilayahnya langsung berhadapan dengan refocusing anggaran yang mau tidak mau harus dilakukan karena Covid-19.

Para pemimpin ini akan langsung berhadapan dengan aparatur yang dipimpinnya bahkan hingga ke tingkat desa yang merasa anggaran habis atau ketiadaan anggaran karena sebagian besar digunakan untuk penanganan covid-19, upaya pencegahan dan bantuan sosial langsung.

Pada sisi lain, tanggungjawab besar pada para bupati dan wakil bupati yang dilantik untuk terus menjaga agar kebutuhan infrastruktur yang lebih baik, pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan iklim politik, sosial maupun budaya yang lebih mendukung jalannya pembangunan untuk kesejahteraan.

Tantangan sumberdaya manusia yang masih rendah, tingkat gizi buruk dan stunting yang masih tinggi, terbatasnya peluang kerja bagi angkatan kerja akan mewarnai hari-hari pelayanan para pemimpin terpilih.

Kita tentu berharap agar para pemimpin baru yang terpilih setelah para incumbent terpaksa menerima pil pahit diadili oleh masyarakat dalam proses demokrasi lalu dapat membawa masyarakat didaerahnya masing-masing pada kesejahteraan.

Bila tidak, kita hanya berada dalam lingkaran yang sama ibarat "keluar dari mulut buaya, jatuh ke mulut singa.

"Bebas dari perampok dan gerombolan lalu terperangkap ke tukang begal dan kroni-kroninya. Janji-janji kampanye yang mengiurkan hanya manis dan enak diatas panggung serta terkesan meyakinkan di pamphlet atau banner kampanye. Masyarakat hanya dapat mengelus dada dan terus tertipu setiap lima tahunan. Selamat melayani!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved