Kisruh Partai Demokrat

SBY Bersumpah Jadi Benteng Hadapi Siapa Pun yang Ganggu & Rusak Demokrat, Peringatan Untuk Moeldoko?

SBY bersumpah akan jadi benteng hadapi siapa pun yang ganggu & rusak Parta Demokrat, peringatan keras untuk  Moeldoko?

Editor: Adiana Ahmad
Kompas.com
SBY bersumpah akan jadi benteng hadapi siapapun yang rusak Partai Demokrat 

SBY Bersumpah Jadi Benteng Hadapi Siapa Pun yang Ganggu & Rusak Demokrat, Peringatan Untuk  Moeldoko?

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kisruh Partai Demokrat kian memanas, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) akhirnya angkat biacara.

SBY yang menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat bersumpah akan jadi benteng hadapi siapa pun yang ganggu dan rusak Demokrat. 

Apakah pernyataan SBY itu merupakan peringatan keras untuk Moeldoko?

Presiden ke-6 RI menyesalkan adanya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

"InsyaAllah, sepanjang hayat dikandung badan, saya akan tetap menjadi kader Partai Demokrat, dan akan menjadi benteng dan bhayangkara partai ini, menghadapi siapa pun yang akan mengganggu, merusak, merebut dan menghancurkan partai kita," ujar SBY, dalam video yang diterima Tribunnews.com, Rabu (24/2/2021).

"Ini sumpah saya. Sumpah dan kesetiaan saya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kesetiaan terhadap partai inilah darah saya, juga milik saya yang paling berharga. Tentu di bawah kesetiaan saya kepada bangsa dan negara tercinta," imbuhnya.

Heboh, SBY Tiba-tiba Ungkap Ada Jenderal Bintang Empat Tuduh Dirinya Tunggangi-Danai Aksi 212,Siapa?

AKHIRNYA SBY Angkat Suara Soal Upaya Kudeta Demokrat, Sebut Tindakan Moeldiko Tanpa Diketahui Jokowi

Selain itu, SBY menyampaikan dirinya tidak akan pernah meninggalkan Partai Demokrat.
Sebab dirinya bangga pernah menjadi penggagas, turut membina, memimpin dan membesarkan partai itu bersama sang istri tercinta.

Presiden ke-6 RI itu juga menegaskan bangga dan hormat kepada para kader yang setia terhadap Partai Demokrat meski partainya berada di luar pemerintahan selama tujuh tahun.

"Saya bangga, seraya memberi hormat, kepada jutaan kader yang juga setia dan mencintai partainya. Mereka adalah para kader yang kuat dan tabah dalam suka dan duka. Kader yang tidak pernah mengganggu, membuat masalah dan bahkan berkhianat," jelasnya.

SBY mengatakan pada kader yang terlibat dalam isu kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah kader yang ingin menjual partainya.

Mereka juga disebut sebagai kader yang jarang muncul atau hanya muncul lima tahun sekali.

"Bukan pula kader atau mantan kader yang ingin menjual partai kita demi imbalan uang dan kedudukan, partai yang kita bangun dengan susah payah, disertai keringat dan cucuran air mata," kata dia.

"Bukan pula mereka yang pada tahun-tahun yang berat tidak kelihatan batang hidungnya, dan hanya muncul 5 tahun sekali menjelang kongres untuk memaksakan kehendaknya, atau menjelang pencalonan anggota legislatif dalam pemilu agar dia dicalonkan," lanjutnya.

SBY Puji Demoktrat, Dibawah AHY Demokrat Makin Tegas Berani Tampil, Namun Dapat Serangan Sistematis

JK Bongkar Rahasia Politiknya: Tak Pernah Meminta Jadi Wapres, Tapi Sadar Akan Kalah Saat Lawan SBY

"Saya SBY, bersyukur dan bangga bersama para kader yang setia tersebut, dan akan tetap bersama Partai Demokrat dalam jatuh bangunnya partai ini," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved