AKHIRNYA SBY Angkat Suara Soal Upaya Kudeta Demokrat, Sebut Tindakan Moeldiko Tanpa Diketahui Jokowi
SBY berbicara tentang kudeta Partai Demokrat tersebut ketika memberikan pengarahan kepada pimpinan dan seluruh kader Partai Demokrat, Senin (22/2/21).
AKHIRNYA SBY Angkat Suara Soal Upaya Kudeta Demokrat, Sebut Tindakan Moeldiko Tanpa Diketahui Jokowi
POS-KUPANG.COM, JAKARTA -Sampai saat ini kabar tentang niat kudeta pimpinan Partai Demokrat, masih menjadi bahan pergunjingan publik.
Panasnya suhu politik itu memaksa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau biasa disapa SBY untuk merespon hal tersebut.
Mantan Presiden Indonesia itu akhirnya angkat suara mengenai upaya kudeta yang nyaris dilancarkan ke tubuh partai berlambang mercys yang saat ini dipimpin putera sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
SBY berbicara tentang kudeta Partai Demokrat tersebut, ketika memberikan pengarahan kepada pimpinan dan seluruh kader Partai Demokrat, Senin, 22 Februari 2021.
Video arahan SBY itu diunggah pada Rabu (24/2/2021) oleh sejumlah kader Partai Demokrat.
Di awal pidatonya, SBY menyampaikan terima kasih kepada kader Demokrat yang setia bersama Demokrat baik dalam suka dan duka.
Kader yang setia itu, kata SBY, bukanlah kader yang mengganggu partai atau bahkan berkhianat.

"Kader yang tidak mengganggu, membuat masalah dan bahkan berkhianat. Bukan kader atau mantan kader yang ingin menjual partai kita demi imbalan uang dan kedudukan," ujar SBY.
SBY bahkan bersumpah, dirinya akan tetap menjadi kader Partai Demokrat dan siap menjadi benteng untuk menghadapi siapa pun yang hendak mengganggu Partai Demokrat.
"Insya Allah sepanjang hayat di kandung badan, saya akan tetap menjadi kader Partai Demokrat dan akan menjadi benteng dan bhayangkara partai ini menghadapi siapapun yang mengganggu, merusak, merebut dan menghancurkan partai kita. Ini sumpah saya. Sumpah dan kesetiaan saya di hadapan Tuhan YME," tegasnya.
SBY kemudian menyinggung secara spesifik soal upaya kudeta terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Merespons upaya kudeta itu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menegaskan Partai Demokrat tidak untuk dijual.
"Bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli partai Demokrat saya katakan dengan tegas dan jelas Partai Demokrat nor for sale. Partai kami bukan untuk diperjualbelikan meskipun Partai Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi, kami tidak tergiur dengan uang anda berapapun besarnya," ujarnya.
SBY menyebut gerakan kudeta oleh pejabat penting di Pemerintahan Jokowi itu bakal digunakan untuk pencalonan Pilpres 2024.