Relawan INTI Lembata Salurkan Sembako Untuk Korban Erupsi di Jontona

Relawan INTI Lembata tetap memberi perhatian kepada mereka untuk melanjutkan hidup setelah kembali dari pengungsian.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Relawan INTI Kabupaten Lembata datang langsung ke Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur dan memberikan langsung bantuan sembako tersebut kepada warga, Rabu (24/2/2021)       

Relawan INTI Lembata Salurkan Sembako Untuk Korban Erupsi di Jontona

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Relawan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kabupaten Lembata terus melakukan aksi sosial bagi para korban erupsi Ile Lewotolok. Meski para penyintas sudah pulang kembali ke kampung halaman mereka, Relawan INTI Lembata tetap memberi perhatian kepada mereka untuk melanjutkan hidup setelah kembali dari pengungsian.

Salah satu bentuk perhatian itu ialah menyalurkan paket sembako kepada 80 Kepala Keluarga (KK) di Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Rabu (24/2/2021).

Sejumlah Relawan INTI Kabupaten Lembata datang langsung ke Desa Jontona dan memberikan langsung bantuan sembako tersebut kepada warga. 

Bersama Sekretaris desa Jontona, Xaverius Lima Domaking, acara pembagian sembako dilakukan di kantor desa dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Ketua Relawan INTI Lembata Adriani Sunur menerangkan komunitas tersebut sudah melakukan aksi sosial kepada masyarakat sejak erupsi Gunung Ile Lewotolok pada akhir 2020 lalu.

Berbekal semangat sosial dan tanggung jawan moral sebagai anak Lembata, para relawan membawa bantuan kepada para pengungsi dari rumah ke rumah dan dari kebun ke kebun. 

Kata Adriani, bantuan yang mereka peroleh dari para donatur dan upaya mandiri para relawan itu langsung diberikan kepada warga yang membutuhkan.

"Kami bergerak sejak Desember kemarin, cari pengungsi sampai ke pelosok-pelosok tanpa kenal lelah. Membantu warga yang kesusahan sudah jadi tanggung jawab moral kami," kata Adriani Sunur.

Dia berujar di NTT, Perhimpunan Indonesia Tionghoa ini baru ada di dua tempat yakni di Kota Kupang dan Kabupaten Lembata. Sebagai sebuah organisasi, Relawan INTI di Lembata tinggal menunggu acara pelantikan pengurus yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Kita punya nenek datang dari Cina, menikah dengan anak Lembata dan anak cucu hidup baik di sini. Inilah bakti kami," tegasnya.

Lebih lanjut, Adriani sendiri merasa optimistis INTI Kabupaten Lembata bisa banyak berkarya melayani masyarakat. Semangat mereka yakni kebersamaan, kekeluargaan, dan persaudaraan jadi kekuatan dalam membangun INTI di Kabupaten Lembata.

"Komunitas ini basisnya kebersamaan dan kekeluargaan, lalu kami berjalan bersama untuk bangun Lewotana," ujarnya.

Menurutnya, dana untuk aksi sosial diupayakan sendiri oleh para relawan, ada donatur yang mengirim barang dan ada yang kirim uang. Para donatur berasal dari Kupang, Jakarta, Surabaya, dan orang-orang baik yang ada di Lembata.

Tak Usa Keburu Panik, 8 Bahan Alami Ini Dijamin Ampuh Usir Nyamuk Dalam Rumah

23 Orang Positif Covid-19 di Kabupaten Belu Belum Sembuh

Hadir juga pada kesempatan itu, pengurus INTI Kabupaten Lembata lainnya yakni Wakil Ketua, Stanis Suban
dan Sekretaris 1 Mikael Satria Wulan Betekeneng.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved