Provinsi NTT Tempati Provinsi Termiskin Ketiga se Indonesia, Pemprov : Hal Yang Wajar dan Logis
Jumlah penduduk miskin di NTT pada September 2020 sebanyak 1.173,53 ribu, bertambah 19,77 ribu dari periode Maret 2020.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Provinsi NTT Tempati Provinsi Termiskin Ketiga se Indonesia, Pemprov : Hal Yang Wajar dan Logis
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Provinsi Nusa Tenggara Timur menempati peringkat ketiga provinsi termiskin di Indonesia berdasarkan data BPS pada 15 Februari 2020.
Dengan prosentase angka kemiskinan 21,21 persen, Provinsi NTT hanya berada di atas Papua Barat dengan 21,7 persen dan Papua dengan 26,8 persen pada September 2020.
Kepala BPS Provinsi NTT Darwis Sitorus menjelaskan, ada peningkatan persentase penduduk miskin sebesar 0,31 persen sejak Maret 2020 sehingga persentase penduduk miskin di NTT menjadi 21,21 persen pada September 2020. Jumlah penduduk miskin di NTT pada September 2020 sebanyak 1.173,53 ribu, bertambah 19,77 ribu dari periode Maret 2020.
Pemerintah Provinsi NTT melihat angka dan data tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan logis.
"Kita berada ketiga termiskin di Indonesia itu hal yang sangat wajar dan logis sekali," ujar Karo Humas Provinsi NTT Ardu Jelamu Marius saat dihubungi POS-KUPANG.COM,Kamis (18/2).
Menurut Ardu Jelamu, kajian terhadap tingkat kemiskinan hanya dilakukan berdasarkan pada output semata sehingga hal itu menjadi wajar.
Ia mengatakan, perbedaan input pembangunan wilayah akan mempengaruhi output. Karena itu, untuk menilai tidak hanya melihat pada output belaka. "Kita tidak bisa melihat hanya output, harus melihat juga inputnya dan juga proses. Mereka tidak pernah mengkaji secara membdalam input pembangunan yang diberikan kepada daerah, ini kan tidak sama yang diberikan kepada barat dan timur," ujarnya.
Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi tetap berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar dapat menekan angka kemiskinan. Hal tersebut telah terbukti selama Pandemi Covid-19. Pertumbuhan NTT positif bahkan di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional.
"Walaupun ada perbedaan input namun kita tetap berusaha. Kita lihat pertumbuhan kita bagus bahkan di atas rata rata nasional," ujar Ardu Jelamu.
Dilihat dari sisi ekonomi, lanjut dia, kekuatan Provinsi NTT berada pada ekonomi lokal meski didera pandemi."Kiita tetap bertahan secara ekonomi, walaupun input sudah tergerus oleh Covid. Kita bisa mempertahan pertumbuhan ekonomi yan siginifikan," ujar dia.
Ia mengatakan, saat ini provinsi NTT dibawah duet Gubernur Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi sedang berupaya mengejar ketertinggalan dari daerah lain.
"Kita sudah mengejar ketertinggalannya itu. Bapak Gubernur dan Wakil gubernur sekarang sedang gencar gencarnya untuk bersaing dengan provinsi lain," tambah dia.
Karena itu, lanjutnya, perlu kerja sama dan kerja keras antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan mimpi itu.
Ia mengatakan, salah satu kerebatasan yakni highcost atau tingginya biaya pembangunan sebagai provinsi yang berbasis wilayah kepulauan yang dihadapkan pada kekuatan finansial provinsi yang kecil.