Sekretaris FPI Munarman Diduga Terlibat Teroris Awal Kasusnya dari Pengakuan Teroris Ini, Siapa Dia?

Bareskrim Polri masih mendalami unsur tindak pidana terkait pengakuan Ahmad Aulia yang menyebut nama Munarman sekretaris FPI saat baiat ke ISIS

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman menegaskan laskar pengawal Habib Rizieq Shihab tidak membawa senjata api dalam bentrok dengan Polisi di Jalan Tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (7/12/2020) dini hari. 

Sekretaris FPI Munarman Diduga Terlibat Teroris Awal Kasusnya dari Pengakuan Teroris Ini, Siapa Dia?

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Saat ini, Bareskrim Polri masih mendalami unsur tindak pidana terkait pengakuan Ahmad Aulia, salah satu teroris di Makassar yang menyebut nama eks sekretaris umum FPI Munarman.

"Tentunya ini semua masih didalami Densus 88 terkait video tersebut ada atau tidaknya tindak pidana kita masih menunggu proses yang dilakukan Densus 88 Anti-teror," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam video yang tersebar itu, Ahmad Aulia mengakui berbaiat pada ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

Terkait hal tersebut,  Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dinilai perlu melakukan klarifikasi dari mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. 

Klarifikasi nantinya akan membuka titik terang dugaan Munarman terlibat dugaan aksi terorisme atau tidak.

"Saya kira Munarman bisa dimintai keterangan oleh Densus," kata Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

"Mungkin Densus masih mengumpulkan data lebih akurat lagi biar sekali jalan. Kan tidak mungkin terlalu cepat," tambah Soleman.

Munarman sebelumnya sudah membantah ikut menghadiri kegiatan baiat itu.

Menurut Munarman tudingan ia terlibat mendukung ISIS merupakan bagian dari operasi sistematis yang terus berlanjut terhadap FPI dan mantan pengurus. 

Diduga Sebagai Teroris, Munarman Ungkap Dua Hadits Ini

Eks Sekretaris Umum FPI Munarman tak mau menjawab soal pernyataan tersangka Aulia Ahmad yang berbaiat ke ISIS.

Saat dihubungi Tribunnews, Jumat (5/2/2021), Munarman memberi jawaban dari dua hadis Thabrani.

Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

Artinya, “Akan ada di akhir zaman nanti para aparat hukum yang berangkat di pagi hari membawa murka Allah dan pulang di sore hari membawa kemarahan dari Allah.” (HR Thobroni)

Setelah itu, Munarman kembali memberikan jawaban berupa hadist. Berikut hadist tersebut: 

Dari Abu Hisyam as-Silmi RA berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ.

Artinya: “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (berjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak suka dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji mereka) dengan keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi kepada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani).

Diberitakan sebelumnya, beredar di Twitter video pengakuan salah satu anggota Front Pembela Islam atau FPI Makassar terduga teroris soal Baiat.

Terduga teroris yang membuat pengakuan bernama Ahmad Aulia.

Dalam video tersebut, Ahmad Aulia mengaku ditangkap karena berbaiat pada ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

"Saya ditangkap pada tanggal 6 Januari 2021 di Polda Sulawesi Selatan. Adapun saya ditahan atau ditangkap di kantor polisi Polda Sulawesi Selatan karena berbaiat kepada Daulatul Islam yang memimpin Daulatul Islam, yaitu Abu Bakar Al-Baghdadi," ujarnya dalam video tersebut.

Ahmad Aulia juga mengungkapkan dia berbaiat pada 2015 bersama dengan 100 simpatisan dan laskar FPI di markas FPI Makassar, Jalan Sungai Limboto, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ahmad Aulia mengaku baiat dihadiri Munarman.

"Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu. Ustaz Fauzan dan Ustaz Basri, yang memimpin baiat pada saat itu," jelas Ahmad Aulia.

"Dan setelah berbaiat, saya pernah mengikuti taklim rutin FPI di Jalan Sungai Limboto sebanyak tiga kali. Yang mengisi acara saat itu Ustaz Agus dan Abdurrahman selaku pemimpin panglima FPI Kota Makassar," ungkapnya.

Rusdi Hartono: Bukan Tak Mungkin Munarman akan Diperiksa

Polri membuka kemungkinan memeriksa eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengenai pengakuan seorang teroris di Makassar bernama Ahmad Aulia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan tim Densus 88 Antiteror Polri sedang menggali informasi tersebut.

Menurutnya bukan tak mungkin Munarman juga akan turut diperiksa.

Rusdi menerangkan Ahmad Aulia bersama ratusan orang lainnya diketahui berbaiat dengan jaringan teroris Daulatul Islam yang terafiliasi dengan ISIS pada 2015 lalu di Makassar.

Namun, kata Rusdi, Polri masih mendalami pengakuan tersangka yang melihat Munarman ikut menghadiri acara tersebut.

"Tentunya Densus masih mendalami ini. Apabila memang yang bersangkutan ada keterlibatan. Densus akan memproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ungkap dia.

Lebih lanjut, Rusdi menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terlibat dengan aksi terorisme tersebut.

"Yang jelas siapapun terlibat terhadap suatu tindak pidana pasti akan dimintakan pertanggungjawaban hukumnya, siapapun dia," katanya.

Diberitakan sebelumnya, beredar di Twitter video pengakuan seorang anggota Front Pembela Islam atau FPI Makassar terduga teroris soal Baiat.

Terduga teroris yang membuat pengakuan bernama Ahmad Aulia.

Dalam video tersebut, Ahmad Aulia mengaku ditangkap karena berbaiat pada ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

"Saya ditangkap pada tanggal 6 Januari 2021 di Polda Sulawesi Selatan. Adapun saya ditahan atau ditangkap di kantor polisi Polda Sulawesi Selatan karena berbaiat kepada Daulatul Islam yang memimpin Daulatul Islam, yaitu Abu Bakar Al-Baghdadi," ujarnya dalam video tersebut.

Ahmad Aulia juga mengungkapkan dia berbaiat pada 2015 bersama dengan 100 simpatisan dan laskar FPI di markas FPI Makassar, Jalan Sungai Limboto, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ahmad Aulia mengaku baiat dihadiri Munarman.

"Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu. Ustaz Fauzan dan Ustaz Basri, yang memimpin baiat pada saat itu," jelas Ahmad Aulia.

"Dan setelah berbaiat, saya pernah mengikuti taklim rutin FPI di Jalan Sungai Limboto sebanyak tiga kali. Yang mengisi acara saat itu Ustaz Agus dan Abdurrahman selaku pemimpin panglima FPI Kota Makassar," ungkapnya.

Sementara Munarman saat dimintai konfirmasinya soal pengakuan tersebut hanya memberi jawaban dengan memberi dua hadis Thabrani.

Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

سيكون في آخر الزمان شرطة يغدون في غضب الله ، و يروحون في سخط الله

Artinya, “Akan ada di akhir zaman nanti para aparat hukum yang berangkat di pagi hari membawa murka Allah dan pulang di sore hari membawa kemarahan dari Allah.” (HR Thobroni)

Setelah itu, Munarman kembali memberikan jawaban berupa hadist.

Berikut hadist tersebut: 

Dari Abu Hisyam as-Silmi RA berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ.

Artinya: “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (berjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak suka dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji mereka) dengan keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi kepada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani).

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Buka Peluang Periksa Munarman Sikapi Pengakuan Teroris di Makassar, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/02/05/polri-buka-peluang-periksa-munarman-sikapi-pengakuan-teroris-di-makassar?page=all

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Densus 88 Bisa Klarifikasi Munarman Terkait Pengakuan Terduga Teroris Ahmad Aulia, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/02/16/densus-88-bisa-klarifikasi-munarman-terkait-pengakuan-terduga-teroris-ahmad-aulia

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved