Breaking News:

Reaksi Peradi NTT Tanggapi Pemeriksaan Pengacara Anton Ali Sebagai Saksi Kasus Keterangan Palsu

Reaksi Peradi NTT tanggapi pemeriksaan pengacara Anton Ali sebagai saksi kasus keterangan palsu

Reaksi Peradi NTT Tanggapi Pemeriksaan Pengacara Anton Ali Sebagai Saksi Kasus Keterangan Palsu
ISTIMEWA
Ketua DPC Peradi NTT, Philipus Fernandez

Reaksi Peradi NTT tanggapi pemeriksaan pengacara Anton Ali sebagai saksi kasus keterangan palsu

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Kejaksaan Tinggi ( Kejati NTT) telah menetapkan HF dan ZD sebagai tersangka dalam kasus dugaan memberi keterangan palsu.

Tak sampai disitu, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT kini tengah mengusut aktor intelektual di balik keterangan palsu dua saksi tersebut.

Untuk mengusut aktor intelektual, penyidik Kejati NTT telah melayangkan surat panggilan terhadap pengacara, Antonius Ali. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan, Senin (15/2/2021) besok, sebagai saksi dalam kasus itu.

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Napun Gete

Menanggapi pemeriksaan rekan seprofesinya, DPC Peradi NTT pun angkat bicara. Ketua Peradi NTT, Philipus Fernandez mengatakan pengurus DPC Peradi akan melakukan pendampingan terhadap Antonius Ali.

Menurut dia, pendampingan oleh Peradi itu karena pemeriksaan itu terkait erat dengan pelaksanaan tugas Antonius Ali sebagai advokat yang dilindungi UU advokat Nomor 18 Tahun 2003.

Frederich Berharap Jadi Lumbung Pangan NTT Presiden Tinjau Program Food Estate di Sumba Tengah

Ia mengatakan, dalam pasal 5 UU advokat, advokat juga sebagai penegak hukum yang dalam melaksanakan tugasnya, dilindungi oleh pasal 16 UU advokat dan putusan MK RI.

Jika ada dugaan tidak ada itikad baik dalam pelaksanaan tugasnya sebagai advokat, maka harus diproses dahulu di dewan kode etik Peradi.

"DPC Peradi tetap menghormati proses pemeriksaan oleh penyidik Kejati NTT," katanya.

Diketahui, Antonius Ali merupakan pengacara Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dalam kasus dugaan korupsi tanah negara di Kerangan, Labuan Bajo.

Dalam sidang praperadilan yang ajukan Bupati Mabar yang digelar di PN Kupang beberapa waktu lalu, kedua saksi tersebut diketahui memberi keterangan palsu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved